Platinum

25 Lansia Menulis, SBP Gelar Diskusi Buku Lansia Indonesia Tanpa Ruang Publik

Nadi Mulyadi
19 May 2025
.
25 Lansia Menulis, SBP Gelar Diskusi Buku Lansia Indonesia Tanpa Ruang Publik

Nara sumber dan moderator diskusi buku (Lansia) Indonesia tanpa ruang publik (PM-Nadi M)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Komunitas Sastra Bulan Purnama (SBP) bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar diskusi buku bertajuk “(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik”, Sabtu (24/5/2025). Buku setebal 282 halaman ini ditulis oleh 25 lansia dari berbagai kota seperti Bandung, Bekasi, Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Para penulisnya mayoritas adalah sastrawan, wartawan, dan pegiat literasi yang tetap aktif berkarya di usia senja.

Diskusi berlangsung di Ruang Paripurna DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, dan dihadiri sekitar 75 peserta yang terdiri dari sastrawan, wartawan, hingga pejabat publik. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Luas Biru Utama dan PWS, mitra lama SBP dalam berbagai agenda sastra seperti pembacaan puisi dan pelatihan penulisan.

Tiga narasumber dihadirkan dalam diskusi ini, yaitu: Dr. Fajar Gagana, ST – Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP, Prof. Dr. drg. Ahmad Syaifi, Sp.Perio. Subsp.(RPID)(K) – Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Genthong HSA – Sutradara dan penulis naskah


Diskusi dimoderatori oleh Shinta Herintasi, MA, dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.

Koordinator diskusi, Ons Untoro, menjelaskan bahwa ini merupakan diskusi buku lansia yang kedua. Tahun lalu, SBP juga menerbitkan buku berjudul “Lansia Terus Berkarya, Tetap Bahagia, Penuh Berkah” yang ditulis oleh 33 penulis lansia.

"Setiap bulan Mei, kami berkomitmen menerbitkan karya lansia dalam bentuk buku. Tujuannya agar pikiran tetap terasah dan jiwa tetap sehat di usia senja," ujar Ons Untoro.

Adapun 25 penulis buku “(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik” adalah: YB Margontoro, Ahmad Syaifi, Ons Untoro, Sutirman E.Ardana, Genthong HSA, Gunawan, Agoes Widhartono, Ahmadun YH, Anti Soelaeman, Didik Sadikin, Gunata Saparie, Halim HT, Lis Wijayanti, Mustofa W. Hasyim, Simon HT, Ormas Tanjung, Retno Hendarsi, Sri Wahyuni Wardani, Sulis Bambang, Sunarto, Woro Kusharwati, Sumardiyanto, Haris Susanto, dan Ninuk Retno Raras.

Salah satu penulis asal Yogyakarta, Gunawan, mengaku senang terlibat dalam buku ini. “Menulis membantu menjaga pikiran tetap aktif dan tubuh tetap sehat,” ujarnya.

Acara diskusi juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh dua penyair, Nia Samsihono dari Semarang dan Lis Bambang dari Yogyakarta.***
 

Dilarang

Baca Juga