Platinum

Anak 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai Bedog Bantul

Wagino
23 October 2026
.
Anak 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai Bedog Bantul

Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (PM-ist)

Patmamedia.com, BANTUL – Seorang anak berusia 11 tahun berinisial H meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bedog, Dusun Gonjen, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (22/10/2026). Korban ditemukan tertelungkup di dalam air saat bermain bersama delapan temannya sepulang sekolah.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban bersama teman-temannya datang ke Sungai Bedog sekitar pukul 12.00 WIB. Selain bermain, mereka juga berencana memancing di sungai tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya anak tenggelam.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Salah seorang teman korban berinisial A melihat H sudah dalam posisi tertelungkup di dalam air, tepatnya di sisi timur sungai.

A bersama teman-temannya kemudian menarik tubuh korban ke tepi sungai di sisi barat. Mereka lantas berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar RB (46), warga yang merupakan orang tua salah satu teman korban. RB segera mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah terbaring di tepi sungai.

Saat memeriksa kondisi korban, RB mendapati denyut nadi di lehernya sudah tidak teraba. Cairan berbusa juga terlihat keluar dari hidung dan mulut korban.

“Peristiwa itu terjadi pada Kamis siang. Korban diketahui sedang bermain di Sungai Bedog bersama teman-temannya setelah pulang sekolah,” kata Hidayanto dalam keterangannya.

Petugas Polsek Kasihan yang dipimpin Perwira Pengawas AKP Tono Wibowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan kemudian dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Kasihan I bersama tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aipda Yuli Suryadi.

Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan luka bekas benturan berukuran sekitar 2 x 1 sentimeter di bagian pelipis kiri korban. Meski demikian, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh anak tersebut.

Pemeriksaan juga menunjukkan pupil mata korban tidak merespons dan detak jantung sudah tidak ada. Ketika tubuh korban dimiringkan, cairan keluar dari hidung dan mulut.

Setelah pemeriksaan medis dan identifikasi dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan tim Inafis, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Hidayanto.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama ketika bermain di sungai. Kondisi sungai yang tampak aman belum tentu bebas dari risiko tenggelam, sehingga pengawasan orang dewasa sangat diperlukan. (Wag)

Dilarang

Baca Juga