.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanta, S.T, M.M. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menekankan pentingnya pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang ramah lingkungan pada Idul adha 2026.
Salah satu fokus utama adalah larangan membuang limbah kurban langsung ke sungai, selokan, maupun saluran irigasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan pelaksanaan kurban harus memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan.
“Idul adha bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama, kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan,” ujar Sugeng, Kamis (21/5).
Sugeng menjelaskan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban mengacu pada PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, serta Perda Sleman Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah.
Selain itu, kebijakan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Sleman terkait kurban ramah lingkungan dan pengurangan sampah plastik.
DLH Sleman juga meminta panitia kurban memperhatikan pengelolaan limbah pemotongan. Limbah cair seperti darah dan air cucian jeroan wajib ditampung dalam tangki septik atau ditimbun dengan taburan kapur.
Sementara limbah padat berupa jeroan, tulang, dan organ hewan harus dikubur atau dimanfaatkan lebih lanjut.
“Limbah tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat,” tegas Sugeng.
Pemotongan hewan kurban juga diutamakan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Namun jika dilakukan di luar RPH, lokasi penyembelihan wajib memenuhi syarat seperti memiliki pagar pembatas, fasilitas air bersih, sanitasi, hingga lubang penampungan darah dan rumen sesuai kapasitas.
Selain pengelolaan limbah, DLH Sleman mendorong pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban.
Panitia dianjurkan menggunakan besek bambu, daun, thinwall, maupun wadah guna ulang lainnya yang lebih ramah lingkungan.
Masyarakat juga diimbau membawa wadah sendiri saat menerima daging kurban.
Untuk mendukung pelaksanaan kurban bersih dan sehat, DLH bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) turut melibatkan satuan tugas lapangan guna melakukan edukasi publik, penanganan sampah, serta pemantauan kebersihan sungai selama Iduladha. (atm)