Platinum

Hadapi Musim, Bina Marga Sleman Siagakan 18 Tim Pemeliharaan Jalan

Danang Dewo Subroto
07 November 2026
.
Hadapi Musim, Bina Marga Sleman Siagakan 18 Tim Pemeliharaan Jalan

Suparman, Kabid. Bina Marga Sleman saat memaparkan persiapan mengahadapi musim hujan

Parmamedia.com. Sleman – Mengantisipasi meningkatnya kerusakan jalan dan potensi genangan air selama musim hujan November–Desember 2026, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman menyiagakan 18 tim pemeliharaan infrastruktur jalan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus meminimalkan dampak kerusakan infrastruktur akibat tingginya intensitas hujan.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Sleman, Suparman ST, MT, mengatakan, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 2026 ditargetkan menjangkau 450 kilometer. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Penanganan difokuskan pada langkah preventif serta respons cepat terhadap kondisi darurat.

 

"Pemeliharaan rutin jalan kami lakukan sepanjang tahun. Prioritasnya adalah penanganan preventif dan kondisi darurat, dengan keselamatan pengguna jalan sebagai tujuan utama," jelas Suparman.

 

Ia menjelaskan, persiapan menghadapi musim penghujan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sleman saat memimpin Apel Besar Dinas PUPKP pada 8 Oktober 2026. Bupati meminta seluruh bidang meningkatkan koordinasi dan melakukan langkah antisipasi sejak dini terhadap potensi kerusakan jalan maupun genangan air.

 

Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan saluran drainase yang tersumbat atau mengalami sedimentasi, pembuatan jalur aliran air di kawasan rawan genangan, serta mitigasi terhadap kemungkinan kerusakan infrastruktur akibat hujan.

 

Berdasarkan SK Bupati Sleman Tahun 2025 tentang Jalan Kabupaten, terdapat 371 ruas jalan kabupaten dengan total panjang mencapai 733,67 kilometer. Pemetaan kerawanan dilakukan dengan mempertimbangkan peta kawasan risiko dan kepadatan penduduk.

 

Menurut Suparman, karakteristik permasalahan infrastruktur antara kawasan perkotaan dan pedesaan maupun pegunungan berbeda. Di wilayah perkotaan, persoalan yang kerap muncul adalah saluran drainase tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi jalan.

 

Sementara di kawasan pedesaan dan pegunungan, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu longsor maupun banjir. Kondisi tersebut dapat mengikis bangunan pelengkap jalan hingga badan jalan. Karena itu, perlindungan badan jalan menjadi salah satu prioritas penanganan.

 

Untuk mendukung kesiapsiagaan, Bidang Bina Marga telah menerjunkan 18 tim yang terdiri atas sembilan tim pemeliharaan badan jalan atau aspal, tiga tim pemeliharaan bahu jalan, tiga tim pemeliharaan talud, serta tiga tim pemeliharaan gorong-gorong dan jembatan.

 

Dari sisi logistik, ketersediaan material pemeliharaan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga akhir Desember 2026. Hingga saat ini, pemeliharaan rutin telah dilaksanakan pada 233 ruas jalan dan akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun.

 

Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan kerusakan jalan akibat hujan, pemeliharaan lapisan aspal juga dilakukan melalui penggunaan campuran aspal panas (hotmix) sebagai salah satu metode penanganan.

 

Dengan berbagai langkah tersebut, Bina Marga Sleman berharap kondisi jalan dan infrastruktur pendukung tetap terjaga selama musim penghujan, sehingga aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas tidak terganggu.(dan)

Dilarang

Baca Juga