.
Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta menyerahkan makanan tambahan gizi balita, didampingi Wabup Danang Maharsa. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN Republik Indonesia melanjutkan agenda penguatan kebijakan pembangunan kependudukan melalui kunjungan kerja di Kabupaten Sleman, Rabu (11/6).
Rangkaian kegiatan berlangsung di Hotel Prima SR dan wilayah Kapanewon Sleman, termasuk dua kalurahan yang menjadi lokasi penerapan program pencegahan stunting.
Mewakili Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI, Wihaji, hadir Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta, bersama Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Bonivasius Prasetya Ichtiarto.
Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta Kepala BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah.
Agenda kunjungan mencakup Internalisasi Workshop Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, pembinaan dan dialog bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Sleman, serta peninjauan langsung pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kalurahan Triharjo dan Caturharjo.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini, khususnya dalam mendukung program GENTING yang digagas Kemendukbangga sebagai bagian dari Quick Wins nasional.
“Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). TPPS Sleman sudah berkoordinasi dengan TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), agar dapat menjadi mitra kami dengan menjadi Orang Tua Asuh dalam program GENTING di Sleman,” ujar Danang.
Menurut Danang, stunting masih menjadi persoalan kesehatan prioritas karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menyebut, berdasarkan data ePPGBM, prevalensi stunting di Sleman tahun 2024 tercatat 4,41%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 4,51%.
Sementara itu, dalam agenda internalisasi peta jalan, Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta, menekankan pentingnya kebijakan yang menyeluruh dalam menghadapi tantangan kependudukan nasional, seperti bonus demografi, populasi menua (aging population), dan berbagai isu lainnya.
“GDPK ini sangat penting karena nantinya akan menjadi guidelines bagi daerah untuk menentukan arah tujuan masalah kependudukan dan pembangunan keluarga. Saat ini paradigmanya BKKBN yang telah menjadi Kemendukbangga adalah bagaimana mengedukasi dan memberdayakan masyarakat menjadi manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.(atm)*