.
Polisi menyerahkan jenazah Muhammad Rofingi kepada keluarganya. (PM-ist.)
Patmamedia.com, BANTUL – Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Padukuhan Kembangputihan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, mulai terungkap.
Keluarga meyakini kerangka tersebut merupakan Muhammad Rofingi (33), warga Watugedug, Guwosari, setelah mengenali ciri khas giginya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pengenalan identitas dilakukan dengan mencocokkan ciri fisik korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan pengetahuan keluarga.
Salah satu ciri yang menjadi petunjuk penting adalah gigi taring atas yang gingsul serta gigi depan atas yang tumbuh maju ke depan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 28 hingga 40 tahun dan tinggi badan sekitar 160 sampai 165 sentimeter,” ujar Hidayanto, Rabu (21/10/2026).
Ciri-ciri tersebut sesuai dengan kondisi fisik anggota keluarga yang sebelumnya belum kembali ke rumah.
Setelah mengenali kecocokan itu, keluarga meyakini kerangka yang ditemukan merupakan Muhammad Rofingi.
Polisi kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Padukuhan Watugedug. Jenazah diterima Mahsunah, kakak kandung korban.
Sebelumnya, kerangka manusia itu ditemukan seorang warga yang sedang mencari burung di Padukuhan Kembangputihan pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, saksi melihat banyak burung beterbangan dari satu titik. Penasaran dengan kondisi tersebut, saksi mendatangi lokasi dan justru menemukan kerangka manusia.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas Polsek Pajangan bersama tim Inafis Polres Bantul mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kerangka selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik guna membantu proses identifikasi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi tubuh korban telah mengalami kerusakan cukup parah. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar empat hingga lima bulan atau lebih sebelum ditemukan.
Penyebab Kematian Masih Misterius
Meski keluarga telah meyakini identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisiknya, penyebab kematian Muhammad Rofingi belum diketahui.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa yang dialami korban sebelum ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.
“Untuk penyebab kematian masih belum bisa ditentukan. Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berkaitan guna mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami korban,” tegas Hidayanto.
Polisi akan terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab dan kronologi kematian korban. Dengan demikian, terungkapnya identitas kerangka belum mengakhiri penyelidikan kasus penemuan kerangka manusia di wilayah Pajangan, Bantul. (wag)