Platinum

Puncak Novena Laudato Si’ ke-9 di Sendangsono Angkat Tema Syukur Budaya Ekologis

Ipong Suhardiyanto
14 October 2025
.
Puncak Novena Laudato Si’ ke-9 di Sendangsono Angkat Tema Syukur Budaya Ekologis

Rm. AR. Yudono Suwondo, Pr, saat memimpin pemberkatan nasi tumpeng (PM-Ipong S)

Patmamedia.com (Kulonprogo) --Puncak rangkaian acara Novena Laudato Si’ Kevikepan Yogyakarta Barat periode ke-9 resmi digelar di Gua Maria Sendangsono, Paroki St. Maria Lourdes Promasan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (12/10). Mengusung tema “Syukur Budaya Ekologis” perayaan dimaksudkan sebagai ajakan umat untuk mensyukuri sekaligus menjaga alam ciptaan Tuhan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. AR. Yudono Suwondo, Pr, selaku Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat, bersama para konselebran: Rm. Thomas Ari Wibowo, Pr; Rm. A. Hendri Atmoko, Pr; Rm. Yohanes Iswahyudi, Pr; dan Rm. Servulus Juanda, Pr. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Penutupan Novena Yubileum dan Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025.

Dalam homilinya, Rm. Yudono mengutip Injil Lukas 17:15–16 untuk menegaskan bahwa syukur sejati berawal dari kesadaran menjaga bumi sebagai rumah bersama. Ia mengajak umat meneladani semangat ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus dengan tindakan nyata yang mencerminkan cinta pada lingkungan.

“Syukur atas Budaya Ekologis mengajak kita seperti Orang Samaria yang kembali kepada Yesus untuk memuliakan Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga menjadi tempat pertama menanamkan spiritualitas ekologis melalui kebiasaan sederhana seperti mengelola sampah, hemat energi, dan penggunaan bahan alami. “Anak-anak belajar dari teladan orang tua yang sabar dan penuh kasih dalam menjaga alam ciptaan,” katanya mengutip 2 Timotius 2:10.

Rm. Yudono juga menyoroti pentingnya pertobatan ekologis sebagai wujud perubahan gaya hidup menuju kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama serta alam sekitar. “Diperlukan kebeningan hati dan kesabaran sebagaimana Naaman yang akhirnya bersyukur atas kesembuhannya,” tambahnya mengutip 2 Raja-Raja 5:14–17.

Kegiatan penutupan dihadiri umat dari 19 paroki di wilayah Kevikepan Yogyakarta Barat, serta peziarah dari Semarang, Boyolali, Magelang, dan Surakarta. Acara ditutup dengan pemberkatan air sendang dan tumpeng, serta pembagian 3.000 nasi bungkus kepada umat dan peziarah.***

Dilarang

Baca Juga