Platinum

Rayyan Raih 116 Suara, Siap Pimpin OSIS SMA Negeri 1 Mlati

Wijatma T S
08 October 2026
.
Rayyan Raih 116 Suara, Siap Pimpin OSIS SMA Negeri 1 Mlati

Para kandidat ketua OSIS SMA Negeri 1 Mlati. (PM-ist)

PAGI di SMA Negeri 1 Mlati, Senin, 5 Oktober 2026, terasa berbeda. Hari itu, para siswa tidak sekadar datang untuk mengikuti rutinitas belajar. Mereka membawa satu hak yang sama: menentukan siapa yang dipercaya memimpin OSIS.

Dari kelas X hingga XII, siswa ikut memberikan suara. Para guru dan staf sekolah juga mengambil bagian dalam proses pemilihan. Lima nama disodorkan sebagai pilihan: Rafael nomor urut 01, Dzikri nomor urut 02, Dievo nomor urut 03, Azka nomor urut 04, dan Rayyan nomor urut 05.

Pemilihan Ketua OSIS atau Pemilos itu berlangsung dalam suasana sportif. Perbedaan pilihan tidak menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Justru di situlah warga SMA Negeri 1 Mlati belajar bahwa demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi juga bagaimana menghargai pilihan orang lain.

Sebelum mencoblos, para pemilih terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Mlati. Kelima calon kemudian menyampaikan visi dan misi di hadapan warga sekolah.

Tahapan berlanjut ke debat calon Ketua OSIS. Kelima kandidat menyampaikan gagasan sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mengenai program dan rencana yang akan mereka jalankan jika mendapat kepercayaan memimpin OSIS.

Pesan kepala sekolah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Para siswa diingatkan agar memilih calon yang amanah, bertanggung jawab, jujur, dan mampu menjalankan kepercayaan yang diberikan.

Pesan itu membuat setiap suara menjadi berarti. Sebab, pilihan yang terlihat sederhana di bilik suara pada akhirnya menentukan siapa yang akan membawa aspirasi siswa sekaligus menjalankan berbagai tanggung jawab sebagai Ketua OSIS.

Saat penghitungan dimulai, persaingan lima kandidat menghasilkan angka yang cukup beragam.

Rafael memperoleh 17 suara, Dzikri 59 suara, Dievo 18 suara, Azka 107 suara, sedangkan Rayyan meraih 116 suara. Dalam rekapitulasi juga tercatat 116 suara gugur.

Perolehan itu menempatkan Rayyan, kandidat nomor urut 05 dari kelas XI, sebagai pemilik suara terbanyak. Ia kemudian ditetapkan sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mlati.

Bagi Rayyan, kemenangan tersebut bukan sekadar angka di papan rekapitulasi.

Ia mengaku bersyukur sekaligus menyadari bahwa kepercayaan yang diterimanya membawa tanggung jawab yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman serta bapak ibu guru yang sudah memberikan kepercayaan. Setelah terpilih, saya ingin menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin dan berusaha mendengarkan aspirasi dari seluruh siswa,” ujar Rayyan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa bagi Rayyan, menjadi Ketua OSIS bukan semata-mata tentang mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya.

Kepercayaan yang diberikan melalui proses pemilihan harus dibuktikan lewat tindakan. Suara yang masuk ke kotak pemilihan pada akhirnya harus berubah menjadi kerja nyata selama masa kepemimpinannya.

Pemilos SMA Negeri 1 Mlati menjadi gambaran sederhana bagaimana demokrasi bisa tumbuh dari lingkungan sekolah.

Lima kandidat memberikan pilihan. Warga sekolah menentukan pilihan. Perbedaan suara diterima sebagai bagian dari proses. Kemudian, satu nama memperoleh kepercayaan terbesar.

Proses tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa tentang demokrasi, tanggung jawab, menyampaikan pendapat, serta menghargai hasil pilihan bersama.

Kini, proses pemilihan telah selesai. Papan rekapitulasi sudah mencatat siapa yang mendapat suara terbanyak.

Namun, bagi Rayyan, 116 suara itu justru menjadi awal.

Di balik angka tersebut ada kepercayaan dari teman-teman, guru, dan warga sekolah yang kini berubah menjadi amanah. Tugas berikutnya bukan lagi memenangkan pemilihan, melainkan membuktikan bahwa kepercayaan tersebut memang layak diberikan.

Suara terakhir telah dihitung. Pemilos telah usai. Tetapi bagi Rayyan, kepemimpinan justru baru dimulai.

116 suara telah mengantarnya ke kursi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mlati. Kini, kerja nyata yang akan menentukan bagaimana amanah itu dijalankan. (Queen/Rena)

Dilarang

Baca Juga