.
Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, S.T mengajak seluruh peserta seminar bernyani gembira sejenak sebelum seminar dimulai. (PM-Muh Sugiono)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman menggelar Seminar Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pendopo DPRD Sleman, Sabtu (6/12/2025). Acara bertema “Sleman Menjadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi” itu dihadiri OPD lintas sektoral, tokoh masyarakat, komunitas pemerhati isu perempuan, serta Forum Generasi Muda Sleman.
Dalam paparannya, Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, S.T menegaskan, perlindungan perempuan dan anak merupakan gerakan kolektif, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. “Ini bukan hanya tanggung jawab DPRD, bukan hanya Dinas P3AP2KB, bukan hanya keluarga. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti meningkatnya kerentanan perempuan dan anak akibat perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Karena itu, peningkatan kesadaran publik harus menjadi prioritas. “Data kekerasan bukan ancaman, tetapi alat penyadaran bahwa kita belum cukup melindungi mereka,” katanya.
Tantangan untuk Generasi Muda Sleman
Dalam sambutannya, ia secara khusus menantang anggota Forum Generasi Muda Sleman untuk membuat program pendampingan yang bisa diterapkan langsung di sekolah-sekolah.
“Silakan kalian buat program yang bisa masuk di sekolah-sekolah di Sleman. Kalian buat programnya, kami akan sediakan fasilitasnya untuk merealisasikan program itu,” tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.
Ia menilai generasi muda harus menjadi motor penggerak kampanye anti kekerasan dan pendidikan nilai di lingkungan sekolah.
Ani Martanti juga menekankan peran media yang sangat strategis dalam pemberitaan yang bijak, serta peran komunitas hingga tingkat kalurahan melalui penguatan satgas perempuan dan anak yang sudah berjalan. Ia menambahkan bahwa keluarga, sekolah, kampus, dan dunia usaha harus menyediakan ruang aman yang nyata bagi perempuan dan anak.
“Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depannya karena kekerasan,” ujarnya menutup sambutan.***