Platinum

Sengkuyung Fest Sumberarum Sedot 12.000 Pengunjung, 1.000 Lampion Curi Perhatian

Wagino
18 October 2026
.
Sengkuyung Fest Sumberarum Sedot 12.000 Pengunjung, 1.000 Lampion Curi Perhatian

Kenduri dalam rangka memperingati hari jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum. (PM-Wagino)

Patmamedia.com, SLEMAN – Sengkuyung Fest menjadi magnet perayaan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Festival yang melibatkan warga dari 16 padukuhan ini menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya, pawai malam, hingga penerbangan sekitar 1.000 lampion. Hingga Jumat (16/10/2026) malam, jumlah pengunjung tercatat hampir mencapai 12.000 orang.

Mengusung tagline “Saiyeg Saeka Kapti Hanggayuh Mukti”, festival ini bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mempererat kebersamaan, menjaga kesenian tradisional, sekaligus mengenalkan potensi Kalurahan Sumberarum kepada masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai malam atau night carnival pada Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 17 kontingen, terdiri atas unsur pamong kalurahan dan perwakilan warga dari 16 padukuhan, mengikuti pawai dari Padukuhan Kalawenang menuju Lapangan Sumberarum.

Setiap kontingen menampilkan kreativitas dan potensi wilayah masing-masing. Suasana perayaan kemudian berlanjut dengan pertunjukan seni pada 12–16 Oktober 2026.

Berbagai kesenian ditampilkan, mulai dari ketoprak, karawitan, tari-tarian, keroncong, dangdut, hingga jathilan. Beragam pertunjukan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kekayaan seni budaya yang masih hidup di tengah warga.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum sekaligus Carik Sumberarum, Diva Nuari Sapta, mengatakan setiap padukuhan mendapat kesempatan menampilkan kesenian dan potensi lokalnya.

“Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan berbagai potensi kesenian yang ada di Sumberarum. Harapannya, masyarakat dari luar wilayah juga semakin mengenal Sumberarum dan kekayaan budayanya,” ujar Diva.

Kemeriahan Sengkuyung Fest juga terlihat dari penerbangan sekitar 1.000 lampion yang menarik perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Antusiasme pengunjung turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Panitia menyediakan ruang bagi sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan selama festival berlangsung.

Kehadiran para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya meramaikan acara, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, festival ini berpotensi menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus memperluas pasar usaha masyarakat.

Diva berharap Sengkuyung Fest dapat terus digelar dan berkembang menjadi agenda budaya yang menarik pengunjung dari luar Sleman. Ia juga berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama dengan investor dan penggiat budaya untuk mendukung pelestarian kesenian lokal.

“Harapan kami, melalui berbagai kegiatan ini, nama Sumberarum semakin dikenal. Potensi budaya yang kami miliki juga bisa mendapat perhatian lebih luas, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum digelar Sabtu (17/10/2026). Acara diawali dengan upacara adat dan pembacaan kekancingan dari Keraton Yogyakarta.

Dalam rangkaian tersebut, empat sumber mata air dari wilayah Sumberarum dimunculkan secara simbolis, dilanjutkan dengan kenduri sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Pada malam harinya, perayaan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang muda Ki Yusuf Anshor, dengan menghadirkan bintang tamu Elisa dan Gatot Subroto.

Lurah Sumberarum, Sukamto, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam peringatan hari jadi tersebut. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bukti pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun wilayah.

Ia menjelaskan, tagline “Saiyeg Saeka Kapti Hanggayuh Mukti” mengandung makna kebulatan tekad, persatuan, dan kesamaan tujuan untuk mencapai kemakmuran serta kesejahteraan bersama.

Semangat itu, kata Sukamto, sejalan dengan sejarah terbentuknya Kalurahan Sumberarum melalui penggabungan empat kalurahan lama, yakni Puluhan, Jitar Dukuh, Sejati Pasar, dan Sermo, berdasarkan Maklumat Pemerintah Provinsi DIY Nomor 5 Tahun 1948.

“Dengan tagline Saiyeg Saeka Kapti Hanggayuh Mukti, kami ingin mengajak seluruh warga di 16 padukuhan untuk bersatu dalam satu tekad membangun Sumberarum yang makmur,” ujar Sukamto.

Ia menambahkan, gotong royong dan persatuan merupakan modal penting untuk mendorong pembangunan wilayah secara berkelanjutan.

Melalui Sengkuyung Fest, peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi ruang untuk merawat tradisi, mengembangkan potensi lokal, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (wag)

Dilarang

Baca Juga