.
Wabup Danang Maharsa (tengah) menerima visitasi yang dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kabupaten Sleman kembali mendapat pengakuan sebagai daerah unggulan di sektor pertanian. Hal itu ditandai dengan dipilihnya Sleman sebagai lokasi visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung pada 8–11 Juni 2025.
Sebanyak 23 peserta visitasi yang dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, diterima Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Ruang Sembada Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (9/6).
Uswatun Hasanah menjelaskan, visitasi kepemimpinan nasional tahun ini mengangkat tema ketahanan pangan dan infrastruktur. Karena itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman dipilih sebagai lokus pembelajaran.
Menurutnya, tantangan efisiensi dan perkembangan zaman menuntut adanya inovasi, terutama dalam sektor pertanian.
Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Menghadapi tantangan efisiensi, kami berharap teknologi mampu membantu produksi pertanian agar tidak lagi dilakukan secara konvensional, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi,” ujarnya.
Uswatun menegaskan, pemilihan Sleman bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil penilaian dan pencarian referensi daerah unggulan, Kabupaten Sleman dinilai memiliki keunggulan paling menonjol di bidang pertanian.
“Kami mencari daerah yang memiliki keunggulan di sektor pertanian, dan peringkat pertama adalah Kabupaten Sleman,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sleman sebagai lokasi pembelajaran bagi para peserta PKN Tingkat II Provinsi Jawa Tengah.
Ia berharap seluruh peserta dapat memperoleh informasi dan pengalaman yang dibutuhkan terkait pengembangan ketahanan pangan maupun infrastruktur melalui organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman.
“Ya kami apresiasi atas dipilihnya Sleman sebagai lokasi pembelajaran. Semoga bapak ibu peserta bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui OPD kami,” kata Danang.
Danang juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sleman terbuka terhadap berbagai bentuk diskusi dan pertukaran gagasan.
Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi melahirkan sinergi serta inovasi yang bermanfaat bagi daerah peserta maupun Kabupaten Sleman sendiri.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi tambahan bekal ilmu untuk menyelesaikan tugasnya dan menjadi pengalaman dalam merumuskan kebijakan di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (atm)