SMK Dirgantara Putra Bangsa Teguhkan Komitmen Sekolah Aman Bencana
Nadi Mulyadi
26 July 2025
.
Bersemangat bersama meneguhkan komitmen sebagai sekolah aman bencana. (PM-Nadi Mulyadi)
Patmamedia.com (Sleman) – Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian serius SMK Dirgantara Putra Bangsa. Melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sekolah ini menggelar pelatihan dan simulasi penanganan bencana alam bagi para siswa dan tenaga pendidik, Jumat (25/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari regenerasi fungsionaris Tim SPAB dari siswa kelas X dan XI, sebagai wujud implementasi Program SPAB yang bekerja sama dengan Tim Rescue 328 Sinduadi. Pelatihan berlangsung satu hari penuh dan mencakup materi serta praktik langsung penanganan korban bencana.
Drs. M. Munadjuddin, M.Par
"Program SPAB bertujuan meningkatkan kapasitas seluruh elemen sekolah dalam menghadapi risiko bencana, serta memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di tengah kondisi darurat," ujar Kepala SMK Dirgantara Putra Bangsa, Drs. M. Munadjuddin, M.Par.
Menurutnya, agenda ini meliputi penyusunan Rencana Kontinjensi, dokumentasi SPAB, teknis pengintegrasian dalam kegiatan belajar-mengajar, hingga simulasi evakuasi. Sebanyak 12 guru dan karyawan, seluruh siswa kelas X dan XI, serta perwakilan kelas XII yang akan menjadi kader SPAB turut dilibatkan.
Simulasi kali ini difokuskan pada skenario gempa bumi, mengingat wilayah sekolah memiliki potensi risiko bencana alam seperti gempa, puting beliung, dan banjir. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), yang rutin digelar setiap tahun bersama UPT DAMKAR Sleman dan Rescue 328.
Narasumber pelatihan, Arief Syariefuddin dan Paulinus Sukadarma dari Rescue 328, menyampaikan materi tanggap darurat dan prosedur evakuasi yang sesuai dengan standar kebencanaan. Kegiatan juga dihadiri Ketua Rescue 328, M. Supriyanto, B.Sc, yang sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa terpilih sebagai anggota aktif Tim SPAB.
"Kami menyiapkan siswa tidak hanya untuk internal sekolah, tetapi juga untuk berperan sebagai tim siaga bencana di masyarakat bila sewaktu-waktu dibutuhkan," jelas Supriyanto.
Selain siswa umum, anggota Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) turut aktif dalam pelatihan. Kepala sekolah menegaskan, kesiapan fisik, respons cepat, serta kepedulian sosial adalah bagian penting dari pendidikan karakter siswa SMK Dirgantara Putra Bangsa, khususnya di bidang kejuruan aviasi.
"Dunia kebandarudaraan adalah salah satu sektor paling ketat dalam regulasi. Maka, siswa kami harus siap dan terbiasa hidup dalam budaya disiplin tinggi, taat aturan, dan tanggap terhadap situasi darurat," tegas Munadjuddin.
Dengan semangat SPAB, sekolah ini berharap mampu membangun budaya tangguh bencana yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada kesiapsiagaan nyata dalam kehidupan sehari-hari.