Platinum

Sultan: Masa Depan Pendidikan Ditentukan Karakter, Ajaran Tamansiswa Tetap Relevan

Bambang Widodo
01 July 2026
.
Sultan: Masa Depan Pendidikan Ditentukan Karakter, Ajaran Tamansiswa Tetap Relevan

Seusai membuka Kongres, Sri Paduka Paku Alam X foto bersama PP PKBTS dan peserta (PM - Istimewa)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Masa depan pendidikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh keberhasilan membangun karakter bangsa. Karena itu, ajaran Ki Hadjar Dewantara dinilai tetap relevan sebagai pijakan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X saat membuka Kongres XX Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) di Pendapa Agung Tamansiswa, Jalan Tamansiswa, Yogyakarta, Selasa (30/6) malam.

"Ki Hadjar Dewantara mengajarkan bukan sekadar ilmu untuk bekerja, melainkan budi untuk menjadi manusia," ujar Sri Sultan dalam sambutannya.

Menurut Sri Sultan, Kongres PKBTS bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk mengingat akar sejarah sekaligus memastikan ajaran Ki Hadjar Dewantara tetap hidup sebagai arah gerak pendidikan nasional.

Ia menegaskan, falsafah "Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kompas yang semakin relevan dalam menjawab tantangan pendidikan dan kebudayaan Indonesia saat ini.

Pembukaan kongres ditandai dengan penekanan tombol virtual oleh Sri Paduka Paku Alam X didampingi Ketua Umum PP PKBTS Ki Dr. drh. M. Munawaroh, MM, dan Wakil Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS) Ki Prof. Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D.

 Digelar secara hybrid,  pembukaan Konggres XX PKBTS dihadiri Ketua Dewan Pembina PP PKBTS Ki Drs. H.M. Idham Samawi, Ketua Dewan Pengawas PP PKBTS Nyi Ganawati Aryo Mataram dan Nyi drg. Widyawati, Pinisepuh Tamansiswa Ki Priyo Dwiarso, serta jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang PKBTS dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PP PKBTS Ki M. Munawaroh mengatakan kongres mengusung tema "Bersatu dalam Gagasan, Bergerak untuk Perubahan". Tema tersebut menjadi landasan penyusunan program kerja yang memperkuat peran PKBTS di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kebangsaan sesuai cita-cita perjuangan Ki Hadjar Dewantara.

Menurutnya, PKBTS juga akan mempererat sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kebudayaan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Sementara itu, Ketua Umum MLPTS Ki Prof. Dr. Sri-Edi Swasono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ki Pardimin berharap PKBTS mampu menjadi organisasi pencetak kader-kader progresif Tamansiswa.

Kaderisasi yang kuat, katanya, akan memperbesar peran nasional Tamansiswa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami berharap Kongres PKBTS menghasilkan resolusi yang bermanfaat bagi PKBTS, Tamansiswa, dan Republik Indonesia," pesannya.

Rangkaian pembukaan kongres ditutup dengan penyerahan PKBTS Awards kepada Ki Dwi Siswanto sebagai pencipta Mars PKBTS, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PP PKBTS dan Dream Light Studio.***

Editor: Muh Sugiono 

Dilarang

Baca Juga