.
Aliansi Masyarakat Yogyakarta mengelar aksi damai di halaman Mapolda DIY (PM - Muh Arifin )
Sleman PM -atusan orang dari beberapa Organisasi Masyarakat ( Ormas ) di Jogja yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar aksi damai di Polda DIY, Kamis ( 07/07/2022 ). Aksi damai tersebut diikuti kurang lebih 250 orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing Ormas.
Dalam orasinya, mereka menuntut sekaligus mendukung Polda DIY untuk tegas dalam menangani kasus kerusuhan yang terjadi di Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman pada Senin, (04/07/2022). Aksi damai digelar di depan Mapolda DIY dengan membentangkan spanduk sebagai peraga.
Aaksi diikuti ratusan orang yang merupakan perwakilan dari 25 ormas yang ada di wilayah Yogyakarta. Selain menuntut ketegasan dalam menangani kasus kerusuhan di Babarsari, pihak Aliansi Masyarakat Yogyakarta juga berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
Ketua Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Dani Eko Wiyono dalam orasinya menilai Polda DIY sudah terlalu lama diam dan melakukan pembiaran sehingga terjadi kasus kerusuhan di Yogyakarta. Mulai dari kasus Boshe, kasus Operasi Papua Merdeka, dan terakhir adalah kasus Babarsari.
“Kami mengkritisi dan mendesak aparat kepolisian agar tegas dalam menindak aksi kekerasan yang terjadi selama ini. Hari ini kita tidak bicara rasis, kita akan melawan semua bentuk kerusuhan di Yogyakarta yang membuat masyarakat resah,”ucap Dani
Sementara itu Koordinator aksi, Fajar dalam orasinya juga menyampaikan ketidaktegasan aparat menimbulkan berbagai dampak. Menurutnya kerusuhan yang terjadi sangat berpengaruh terhadap psikis masyarakat khususnya terhadap anak kecil yang turut menyaksikan.
"Secara ekonomi, kerusuhan tersebut membuat warga menjadi takut untuk membuka tokonya dan menimbulkan kerusakan bangunan," jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum Forum Komunikasi Jogja Raya ( FKJR ) Kanjeng Suryo mengatakan, aksi yang digelar bersama berbagai ormas ini tidak untuk menimbulkan kegaduhan melainkan untuk bersinergi dengan aparat dalam menjaga Yogyakarta agar tetap aman.
"Kami selalu mengedepankan konsolidasi dan sinergitas bersama Polri dan TNI untuk menciptakan Daerah Istimewa Yogyakarta yang damai, tentram dan dingin seperti yang dikehendaki oleh Ngarso Dalem, "jelas kanjeng Suryo.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar (Kombes) Ade Ary Syam Indradi dalam sambutannya menyampaikan, Polda DIY telah menerima semua aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya. Selanjutnya akan meningkatkan kegiatan dan upaya-upaya kepolisian yang tujuannya sama, yaitu terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami sudah menerima semua aspirasi dan kami akan lebih meningkatkan dan mengupayakan agar tetap terpelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.Mohon percayakan kepada kami dari sisi tugas penegakan hukum, kami akan memproses secara tuntas, proporsional, dan profesional terhadap tindak pidana yang sedang terjadi," janji Ade Ary Syam Indradi.
Ade juga berpesan kepada seluruh ormas agar saling bekerja sama dan membantu menciptakan sistem keamanan yang lebih baik. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri berdasarkan rasa emosional sehingga dapat menimbulkan kerugian.
Ade juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan telepon gratis ke nomor akses 110 apabila terjadi gangguan keamanan.
Wakil Ketua Umum FKJR Dalyono HP, menyampaikan kesiapannya bersama seluruh anggota untuk ikut menjaga keamanan Yogyakarta. agar tidak terulang lagi kejadian seperti di Babarsari.***
Editor: Muh Sugiono