.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., tengah mengedukasi pelajar saat MPLS. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman menjangkau 17.365 pelajar baru di 108 sekolah selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13–17 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak dini melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Gerakan ANANDA BERSINAR.
Program tersebut dilaksanakan di 11 SD/MI, 57 SMP/MTs, 38 SMA/MA, satu SLB, dan satu PKBM se-Kabupaten Sleman.
Selama lima hari pelaksanaan, BNNK Sleman memberikan edukasi kepada ribuan peserta didik baru mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, penguatan karakter, ketahanan diri, hingga pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bersih dari narkoba.
Secara rinci, pada Senin (13/7) kegiatan menjangkau 14 sekolah dengan 2.876 siswa. Selasa (14/7) sebanyak 30 sekolah dengan 5.374 siswa, Rabu (15/7) sebanyak 39 sekolah dengan 6.266 siswa, Kamis (16/7) sebanyak 22 sekolah dengan 2.767 siswa, dan Jumat (17/7) di dua sekolah dengan 82 siswa.
Pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi implementasi tema Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, yakni "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak Bersih Narkoba)."
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., menegaskan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak usia dini.
"Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR pada masa MPLS, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak usia dini dengan membangun kesadaran, karakter, dan ketahanan diri anak," ujarnya.
Menurut Teguh, keberhasilan upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen.
"Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, tangguh, serta mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan yang Bersih Narkoba," katanya.
Ia berharap para pelajar yang telah mengikuti sosialisasi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Kami berharap para pelajar berani menolak penyalahgunaan narkoba, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, serta menjadi agen perubahan dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sleman yang Bersinar," pungkasnya. (atm)