.
Unsur Lembaga Kalurahan dan perwakilan masyarakat mengikuti Musrenbang. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kalurahan Condongcatur mencatat langkah penting dalam perencanaan pembangunan dengan menjadi kalurahan pertama di Kapanewon Depok dan ketiga dari 86 kalurahan di Kabupaten Sleman yang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2026. Musrenbang ini berlangsung di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Kamis (21/8/2025) malam.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas PMK Sleman, Panewu Depok, unsur Forkopimka, lembaga kalurahan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan RW. Forum tersebut menjadi ruang partisipasi warga dalam menyusun prioritas pembangunan kalurahan untuk tahun mendatang.
Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, selaku ketua penyelenggara menegaskan, musyawarah ini menampung permasalahan sekaligus potensi masyarakat untuk dirumuskan sesuai skala prioritas.
“Program kalurahan baik fisik maupun nonfisik akan dibiayai dari berbagai sumber, mulai PUPM, ADD, DD, SILPA hingga BKK. Semua diarahkan agar bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas PMK Sleman, Y. Purnama Kristiawan, mengapresiasi langkah Condongcatur yang lebih cepat dibanding kalurahan lain.
“Biasanya Musrenbangkal digelar September, tapi Condongcatur sudah memulai lebih awal. Ini menunjukkan kesiapan dalam mengelola perencanaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Panewu Depok, Djoko Muljanto. Ia menilai penyusunan RKPKal Condongcatur sejalan dengan semangat meningkatkan kualitas sarana prasarana hingga ke level padukuhan dengan dukungan anggaran berbasis RW.
Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis dalam menghimpun aspirasi.
“Musrenbangkal adalah momentum untuk menyatukan usulan warga dengan kebijakan pembangunan, sehingga program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam penyampaian program, pemerintah kalurahan menetapkan sejumlah prioritas pembangunan fisik seperti pembangunan SPAH di delapan titik, drainase di 16 titik, pengaspalan jalan di 14 titik, serta konblokisasi di 20 titik.
Adapun pembangunan nonfisik meliputi pelatihan batik di RW 33 Kaliwaru serta pelatihan multimedia di RW 42 Pringwulung.
Musyawarah diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Lurah Condongcatur, Ketua BPKal, serta perwakilan unsur masyarakat. Dengan lebih awal melaksanakan Musrenbangkal, Condongcatur menegaskan komitmennya sebagai pelopor dalam perencanaan pembangunan di Kapanewon Depok.(atm)