HUT Sleman

Danang Maharsa: Sadranan Agung Wotgaleh Jangan Sekadar Seremonial, Harus Perkuat Guyub Rukun

Wijatma T S
08 February 2026
.
Danang Maharsa: Sadranan Agung Wotgaleh Jangan Sekadar Seremonial, Harus Perkuat Guyub Rukun

Wabup Danang Maharsa mengikuti kirab dalam acara Sadranan Agung Wotgaleh, Sendangtirto, Berbah, Minggu (8/2). (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pentingnya tradisi Sadranan Agung Wotgaleh tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kerukunan warga. 

Hal tersebut disampaikan Danang saat menghadiri Sadranan Agung Wotgaleh di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Minggu (8/2).

Menurut Danang, tradisi yang digelar menjelang bulan suci Ramadan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang diwariskan para leluhur.

“Ini merupakan upaya kita untuk terus melestarikan tradisi dan budaya yang kita miliki. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi bisa menjadi ajang silaturahmi agar masyarakat tetap guyub rukun,” ujar Danang.

Sadranan Agung Wotgaleh sendiri merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Sya’ban dalam kalender Islam. 

Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat dalam menyambut Ramadan sekaligus penghormatan dan doa bagi para leluhur, khususnya Pangeran Purbaya, putra Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kirab Budaya berupa arak-arakan dari Kantor Kapanewon Berbah menuju kompleks Masjid Wotgaleh. 

Kirab tersebut diikuti warga dengan penuh antusias sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan.

Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ziarah di makam Pangeran Purbaya yang berada di kompleks Masjid Wotgaleh. 

Kegiatan kemudian ditutup dengan rayahan, yaitu berebut gunungan hasil bumi oleh warga sebagai simbol berkah, harapan, dan rasa syukur.

Sementara itu, Lurah Sendangtirto, Amir Junawan menjelaskan, Sadranan Agung Wotgaleh merupakan agenda budaya rutin yang sarat makna spiritual dan sosial. 

Selain menyambut Ramadan, tradisi ini juga menjadi momentum untuk mengingat jasa para leluhur dan mempererat ikatan antarwarga Sendangtirto. (atm)

HUT Sleman

Baca Juga