.
Peleton Pramuka mengikuti upara peringatan tiga momentum. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, dan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (20/5).
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun pendidikan berkualitas dan memperkuat karakter generasi muda.
Upacara dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Wari Juniati selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, jajaran Forkopimda, ASN, serta perwakilan pelajar.
Dalam amanat Bupati Sleman yang dibacakan Wari Juniati, Hardiknas menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pendidikan dinilai tidak hanya berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, disebut sebagai ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, media, dan masyarakat harus berjalan beriringan menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tegas Wari saat membacakan amanat tersebut.
Selain Hardiknas, upacara juga memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dalam amanat tersebut ditegaskan, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang saat ini tengah dipersiapkan menghadapi perkembangan zaman dan tantangan era digital.
Semangat Kebangkitan Nasional dinilai relevan untuk membangun kedaulatan pengetahuan, teknologi, dan karakter bangsa.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga menekankan pentingnya penguatan karakter melalui nilai budaya lokal dengan filosofi “Mulat Sarira Lumangkahing Jumangkah Jatraning Laku”.
Filosofi tersebut mengajarkan pentingnya mawas diri, tanggung jawab, dan kebijaksanaan dalam setiap langkah kehidupan.
Melalui nilai itu, masyarakat diajak membangun budaya belajar, disiplin, gotong royong, dan inovasi sebagai fondasi kebangkitan bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, diperingati pula Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 dengan tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam amanat tersebut ditegaskan, arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan sumber daya strategis untuk mendukung pembangunan daerah.
Arsip berperan sebagai penjaga memori kolektif, sumber data dan informasi, serta fondasi pengambilan keputusan dan pelayanan publik yang akuntabel dan transparan.
Peringatan tiga momentum nasional tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kebangkitan nasional, dan kearsipan menuju Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. (atm)