.
Kirab budaya warga pada peringatan hari jadi ke-96 Kalurahan Patuk, Gunungkidul. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) – Peringatan Hari Jadi Kalurahan Patuk ke-96, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Ribuan warga dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga lansia, memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang menjadi tradisi tahunan tersebut.
Puncak peringatan digelar di Pendopo Ismaya, Minggu (7/6/2026), dengan agenda utama kirab budaya yang melibatkan puluhan kelompok masyarakat dari berbagai wilayah di Kalurahan Patuk.
Lurah Patuk, Catur Bowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan peringatan hari jadi kalurahan.
"Kami juga mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam penyelenggaraannya," ujar Catur Bowo.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kalurahan Patuk merupakan wujud rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah dirasakan masyarakat, mulai dari keamanan, kesehatan, kerukunan, hingga rezeki yang mencukupi.
Salah satu daya tarik utama dalam perayaan tahun ini adalah kirab budaya yang diikuti 21 dari 24 RT di Kalurahan Patuk.
Masing-masing RT membawa gunungan berisi hasil bumi sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur masyarakat.
Sebanyak 21 gunungan tersebut diarak menuju Balai Kalurahan Patuk sebelum akhirnya diperebutkan warga dalam tradisi rayahan yang berlangsung meriah setelah acara selesai.
Catur Bowo berharap peringatan hari jadi ini semakin memperkuat persatuan dan semangat gotong royong masyarakat.
Ia optimistis Kalurahan Patuk akan terus berkembang sesuai tema yang diusung tahun ini, yakni "Kukuh, Pengkuh, Nyawiji Mukti".
"Dengan tema tersebut, semoga menjadi penyemangat bagi warga untuk terus membangun masyarakat yang kuat, bersatu, dan semakin sejahtera," katanya.
Peringatan Hari Jadi Kalurahan Patuk ke-96 telah berlangsung sejak 12 Mei 2026. Berbagai kegiatan, di antaranya pengajian umum bersama Ustaz HM Sutarjo, turnamen bola voli putra-putri kelompok usia 2011, senam massal dan jalan sehat, kegiatan kuras belik dan ledek, hingga kirab budaya, pentas jatilan, dan pagelaran wayang kulit sebagai penutup rangkaian acara. (wag)
Editor: Wijatma TS