Platinum

Heru Saptono: 250.322 Pemuda Sleman Jadi Modal Besar Menuju Generasi Berkualitas

Danang Dewo Subroto
06 October 2026
.
Heru Saptono: 250.322 Pemuda Sleman Jadi Modal Besar Menuju Generasi Berkualitas

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, S.TP., M.M. paparkan rangkaian kegiatan menyongsong Hari Sumpah Pemuda

Patmamedia.com - SLEMAN  Sebanyak 250.322 pemuda di Kabupaten Sleman menjadi potensi besar daerah dalam menghadapi bonus demografi. Karena itu, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan, tetapi juga harus menyentuh kesehatan, karakter, keterampilan, kepemimpinan hingga kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, S.TP., M.M., dalam pemaparan bertema “Membangun Sleman yang Tangguh melalui Inovasi, Ketahanan Pangan, dan Generasi Muda Berkualitas”, Selasa (6/10/2026).

Menurut Heru, generasi muda merupakan aset terbesar yang akan menentukan arah pembangunan pada masa mendatang. Besarnya jumlah pemuda Sleman sekaligus menjadi peluang untuk mendorong inovasi, perubahan sosial, pembangunan berkelanjutan, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Generasi muda berkualitas adalah generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, kesehatan, karakter dan keterampilan, sehingga mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, pemuda berkualitas setidaknya memiliki empat karakter utama. Yakni cerdas secara intelektual dan digital, sehat secara fisik dan mental, berkarakter jujur, disiplin dan peduli, serta memiliki keterampilan dan kemampuan berinovasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Heru, pembangunan kepemudaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah menyediakan kebijakan, fasilitas dan program pendukung, masyarakat menciptakan lingkungan yang positif dan inklusif, sementara media berperan menyebarkan informasi yang edukatif dan membangun kesadaran publik.

Dispora Sleman sendiri telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pembangunan generasi muda. Salah satunya melalui pembinaan karakter dan pencegahan perilaku negatif bagi pemuda di wilayah kapanewon dan kalurahan sebanyak empat angkatan.

Selain itu, pembinaan karakter juga menyasar pemuda di sekolah menengah melalui tujuh angkatan. Program tersebut menggandeng BNN, Dinas Kesehatan melalui psikolog, Kepolisian, praktisi, serta Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR).

Di bidang kewirausahaan, Dispora menyelenggarakan pelatihan manajemen dan digitalisasi pemasaran bagi pemuda sebanyak 14 angkatan, masing-masing dengan 30 peserta. Ada pula program Juragan Muda, dengan seleksi atau pemilihan dijadwalkan pada 7–8 Oktober 2026 dan akan menetapkan 15 pemenang.

Program kepemudaan juga diarahkan pada penguatan kepemimpinan, kepeloporan, organisasi, dan kreativitas. Di antaranya pemilihan Pemuda Pelopor dan Duta Pemuda 2026, Festival Band antarsiswa SMA/SMK/MA sederajat, lomba grafiti dan mural, serta berbagai kegiatan kepramukaan.

Penguatan organisasi kepemudaan dilakukan melalui pembinaan sebanyak 20 angkatan dengan materi kepemimpinan, public speaking, personal branding, dan kemandirian pemuda. Sementara Temu Pemuda Kabupaten Sleman dilaksanakan dalam empat angkatan.

Menurut Heru, berbagai program tersebut diarahkan agar pemuda Sleman tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu tampil sebagai pelaku sekaligus penggerak pembangunan.

Dengan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing, ia berharap Sleman memiliki modal sumber daya manusia yang kuat untuk meningkatkan produktivitas, pertumbuhan ekonomi, menciptakan masyarakat yang sehat dan harmonis, serta memperkuat inovasi dan daya saing.

“Investasi terbaik bukan pada harta, tetapi pada generasi muda. Peran kita hari ini akan menentukan kualitas generasi muda esok,” tegas Heru.

Sebagai informasi tambahan, Heru sebelumnya juga menegaskan bahwa pembangunan kepemudaan Sleman diarahkan untuk membentuk generasi usia 16–30 tahun yang mandiri secara ekonomi, berkarakter dan produktif secara sosial.

Dilarang

Baca Juga