Platinum

Investasi Sleman Melesat, DPMPTSP Hadirkan Layanan Cepat dan Iklim Usaha Ramah Investor

Wijatma T S
06 November 2025
.
Investasi Sleman Melesat, DPMPTSP Hadirkan Layanan Cepat dan Iklim Usaha Ramah Investor

Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, S.Si., M.T., (kiri) memaparkan tentang layanan inovatif yang ramah investor, Kamis (6/11) di ruang Merti Bumi Dispertaru Sleman. (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi pelaku usaha. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sleman berhasil mencatatkan pertumbuhan investasi yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, S.Si., M.T., dalam paparannya di Ruang Merti Bumi Dinas PUPKP Sleman, Kamis (6/11) menyampaikan, hingga triwulan III 2025 realisasi investasi di Sleman mencapai Rp4,21 triliun, naik 83,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp467,2 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,74 triliun.

“Kinerja investasi Sleman didukung oleh pelayanan perizinan yang cepat, penyederhanaan prosedur, serta dukungan regulasi yang pro-bisnis,” ujar Triana.

DPMPTSP Sleman, lanjutnya, menjadi ujung tombak pelayanan dan fasilitasi penanaman modal berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2024. Selain memperkuat pelayanan melalui sistem daring SINOM (Sistem Perizinan Online Sleman), DPMPTSP juga menghadirkan berbagai inovasi seperti Layanan Mas Kliwon (OSS Keliling Kapanewon), Helpdesk OSS, Layanan Dispensasi PBG, hingga Peta Geospasial Perizinan.

Sebagai tindak lanjut dari amanat UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Pemkab Sleman telah melakukan penyederhanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) perizinan dan nonperizinan, yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman Nomor 81.1/KEP.KDH.A/2025.

“Langkah ini dilakukan agar pelayanan semakin tertib, efektif, dan efisien. Kini ada 72 jenis layanan izin dan non-izin yang telah disederhanakan, termasuk bidang kesehatan, tata ruang, pendidikan, hingga lingkungan hidup,” kata Triana.

Hingga Oktober 2025, sebanyak 100.311 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah terbit melalui sistem OSS RBA, terdiri atas 98.759 NIB untuk usaha mikro kecil (UMK) dan 1.552 untuk usaha non-UMK.

Capaian investasi tertinggi didominasi oleh sektor transportasi dan pergudangan, industri, perdagangan dan jasa, serta pariwisata.

Sejumlah proyek prioritas juga tengah dikembangkan, antara lain: Kawasan Watu Payung Sambirejo, pengembangan wisata glamping dan kerajinan; Kawasan Wisata Buatan Berbasis Alam Sendangarum, dengan konsep agrowisata dan wisata keluarga; Kampoeng Wisata Sumberagung, yang menggabungkan edukasi hidroponik, taman bunga, dan wisata kuliner; Greenhouse Sumberrahayu, wisata petik buah dan edukasi pertanian modern.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan lahan investasi dan harga tanah yang tinggi, Sleman tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah melalui strategi “trust but verify”, yaitu pembinaan usaha berbasis kepercayaan dengan pengawasan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen terus menciptakan lingkungan usaha yang nyaman, transparan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tegas Triana.

Ia optimis dengan dukungan SDM unggul, infrastruktur memadai, serta kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, Kabupaten Sleman diproyeksikan akan menjadi pusat investasi terdepan di DIY dalam beberapa tahun ke depan. (atm)

Dilarang

Baca Juga