Ketika Tangan Ortu Tak Lagi Erat Digenggam : Kisah Tumbuh Bersama di TK Bumi Warta
Nadi Mulyadi
25 June 2026
.
Keceriaan bocah, kebanggaan guru dan rasa haru pada ortu berpadu dalam satu rangkaian acara Tutup Tahun Ajaran 2025/2026 di Gembiraloka Zoo, Kamis 25/6/2026. (PM-Ist)
Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Beberapa tahun lalu, sebagian dari anak-anak itu datang ke sekolah dengan mata berkaca-kaca. Bersembunyi di balik punggung ayahnya, menggenggam erat tangan ibunya, atau bahkan menangis saat orangtuanya harus pulang.
Kini, mereka tampak berlari riang di kawasan Gembira Loka Zoo Yogyakarta.
Tawa mereka pecah saat mengikuti berbagai permainan outbound. Sesekali mereka menunjuk satwa yang menarik perhatian, lalu saling berebut bercerita tentang apa yang baru saja dilihat. Kamis (25/6/2026) pagi itu menjadi penanda sebuah perjalanan kecil yang penuh makna bagi keluarga besar TK Bumi Warta Yogyakarta.
Di tengah suasana santai dan penuh kegembiraan, sekolah menggelar acara penutupan Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema "Bersama Mengukir Ceria, Menggapai Cita, Meraih Masa Depan Gemilang".
Bagi para guru, kegiatan tersebut bukan sekadar acara akhir tahun. Ada rasa haru melihat perubahan yang terjadi pada anak-anak yang dulu datang dengan penuh keraguan, namun kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan berani bereksplorasi."Kami masih ingat ketika mereka pertama kali masuk sekolah. Ada yang malu, ada yang menangis, ada yang belum mau berpisah dari orang tuanya. Hari ini kami melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang ceria dan siap melangkah ke tahap berikutnya," tutur Kepala TK Bumi Warta, Nastiti Laras Putri.
Suasana emosional juga dirasakan para orang tua. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak yang dahulu masih belajar mengenal lingkungan kini mampu bersosialisasi, belajar mandiri, dan menunjukkan berbagai kemampuan yang berkembang selama berada di sekolah.
Reno Anugerah Setiadi, salah satu wali murid, mengaku bersyukur atas pendampingan para guru selama dua tahun terakhir.
"Perubahan anak-anak sangat terasa. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih mandiri, dan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Kami berterima kasih atas dedikasi seluruh guru," ujarnya.
Pemilihan Gembira Loka Zoo sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Menurut Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI DIY, Ahmad Luthfie, lingkungan alam terbuka memberi kesempatan kepada anak-anak untuk belajar secara langsung dari kehidupan di sekitar mereka.
Di hadapan para siswa dan orang tua, ia mengingatkan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.
"Anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman. Semoga pengalaman hari ini menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan cita-cita mereka," katanya.
TK Bumi Warta sendiri merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY. Sejak berdiri pada 1963 dan diresmikan langsung oleh Nyi Hadjar Dewantara, sekolah ini terus berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, kecerdasan, kemandirian, keceriaan, dan akhlak mulia kepada peserta didiknya.
Menjelang siang, acara ditutup dengan rekreasi bersama. Anak-anak berlarian dari satu wahana ke wahana lain, sementara para orang tua mengabadikan momen yang mungkin akan dikenang bertahun-tahun kemudian.***