.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko secara simbolis menyerahkan stock logistik senilai Rp178.817.000 kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan penanganan kebencanaan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/1), di Ruang Rapat Sembada Kantor Setda Sleman.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI terkait kesiapsiagaan bencana, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki potensi risiko tinggi.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Bantuan berasal dari Kementerian Sosial RI berupa buffer stock logistik senilai Rp178.817.000 serta dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Adapun bantuan BNPB meliputi 100 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, 1.000 lembar masker, 5 unit chain saw, serta 100 buah sandbag atau geobag.
Dalam sambutannya, Singgih Januratmoko menegaskan, isu kebencanaan menjadi salah satu fokus utama Komisi VIII DPR RI.
“Penanggulangan kebencanaan merupakan salah satu perhatian Komisi VIII. Selain menyerahkan bantuan, kami juga ingin melihat langsung kesiapsiagaan Kabupaten Sleman dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Ia menyebut Sleman memiliki beragam ancaman bencana seperti erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, hingga angin puting beliung, sehingga membutuhkan kesiapan lintas sektor yang berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik langkah Komisi VIII DPR RI dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi mitigasi bencana di daerahnya.
“Upaya kesiapsiagaan Sleman tidak hanya berfokus pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat sebelum bencana,” kata Harda.
Ia mencontohkan, sebanyak 86 kalurahan di Kabupaten Sleman telah ditetapkan sebagai Kalurahan Tangguh Bencana melalui bimbingan dan pendampingan Pemkab Sleman.
“Masyarakat didorong untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mengembangkan Satuan Pendidikan Aman Bencana agar kesadaran kebencanaan tertanam sejak dini, serta memperkuat peran komunitas relawan yang kini jumlahnya mencapai ribuan orang di berbagai wilayah rawan.
Seiring perkembangan teknologi, Harda menambahkan, Pemkab Sleman memanfaatkan sistem berbasis digital melalui aplikasi SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana) yang dikelola BPBD untuk mendukung respons dan koordinasi kebencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan paparan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Sekda Sleman, Susmiarto, terkait kondisi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah DIY dan Kabupaten Sleman. (atm)