Platinum

Lurah Condongcatur Bagikan Strategi Cegah Narkoba: 'Edukasi dan Partisipasi Kunci Desa Bersinar'

Wijatma T S
11 June 2025
.
Lurah Condongcatur Bagikan Strategi Cegah Narkoba: 'Edukasi dan Partisipasi Kunci Desa Bersinar'

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menjadi narasumber dan berbagi pengalaman pada acara sosialisasi P4GN. (PM-ist)

Patmamedia.com (KULON PROGO) — Lurah Condongcatur, Dr. H. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP, tampil sebagai narasumber inspiratif dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan oleh Pemda DIY melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY.

Acara yang mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi: Bergerak Bersama Wujudkan Yogyakarta Bebas Narkotika” ini digelar di Teras Kota Coffee and Kitchen, Wates, Kulon Progo, Rabu (11/6/2025).

Pada sesi ketiga, yang merupakan sesi penutup, Reno membawakan materi berjudul “Implementasi Program P4GN melalui Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba)”. 

Dalam paparannya, Reno tak sekadar menjelaskan teori, tetapi justru berbagi pengalaman langsung dari lapangan, bagaimana Condongcatur, sebuah kelurahan di Sleman, menjalankan program pemberantasan narkoba dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas.

“Kami percaya bahwa pencegahan narkoba yang paling efektif dimulai dari bawah—dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan komunitas RT. Maka, kami dorong setiap elemen untuk terlibat, mulai dari tokoh masyarakat, karang taruna, PKK, hingga lembaga keagamaan,” ujar Reno dalam sesi diskusi.

Reno juga membeberkan strategi kunci yang diterapkan di Condongcatur, antara lain pembentukan relawan antinarkoba tingkat kalurahan, penyusunan regulasi internal tentang P4GN, serta pengintegrasian pesan antinarkoba dalam kegiatan kepemudaan dan keagamaan.

“Kami tidak menunggu terjadi kasus, baru bertindak. Yang kami bangun adalah budaya waspada, budaya edukatif. Bahkan, dalam kegiatan olahraga dan seni, kami sisipkan edukasi ringan soal bahaya narkoba,” tambahnya.

Apa yang disampaikan Reno mendapat sambutan hangat dari para peserta, yang merupakan perwakilan dari sembilan Kalurahan yang telah ditetapkan sebagai Desa Bersinar di Kulon Progo, yaitu: Kalurahan Cerme (Kapanewon Panjatan), Kalurahan Ngestiharjo (Wates), Kalurahan Giripurwo (Girimulyo), Kalurahan Jatisarono (Nanggulan), Kalurahan Hargomulyo (Kokap), Kalurahan Wates (Wates), Kalurahan Palihan (Temon), Kalurahan Glagah (Temon), dan Kalurahan Brosot (Galur).

Sebelumnya, pada sesi pertama, BNNP DIY membuka acara dengan materi berjudul “Deteksi Dini Cegah Tragedi”, yang membekali peserta dengan kemampuan mengenali tanda-tanda awal penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan sekitar. 

Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber dari Polda DIY yang memaparkan topik “Membangun Ketahanan Wilayah dari Ancaman Terorganisir”, sekaligus menyajikan data terbaru pengungkapan kasus narkoba di DIY.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan memperkuat jaringan antarwilayah. Reno berharap apa yang diterapkan di Condongcatur dapat menginspirasi wilayah lain untuk mengembangkan program serupa. 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Tapi kalau desa-desa saling belajar dan saling menguatkan, saya yakin Yogyakarta bebas narkoba bukan hanya harapan, tapi bisa jadi kenyataan,” pungkasnya.(atm)

Dilarang

Baca Juga