HUT Sleman

Nilai Reformasi Birokrasi Sleman Melonjak 97,56, Peringkat Kedua se-DIY

Wijatma T S
29 May 2026
.
Nilai Reformasi Birokrasi Sleman Melonjak 97,56, Peringkat Kedua se-DIY

Sekda Susmiarto dalam lukisan kartun menjelang purnabakti, dengan latar belakang 17 Panewu. (PM-ist)

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat prestasi membanggakan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi. 

Berdasarkan hasil evaluasi Reformasi Birokrasi Tahun 2025 yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Sleman berhasil meraih Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) sebesar 97,56.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Sleman di posisi kedua terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hanya berada di bawah Pemerintah Daerah DIY yang memperoleh nilai 98,73.

Prestasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, dalam Rapat Koordinasi Pimpinan bulan Mei yang digelar di Pendopo Parasamya, Jumat (29/5).

Menurut Susmiarto, hasil evaluasi tersebut menunjukkan keberhasilan Pemkab Sleman dalam menjalankan berbagai program reformasi birokrasi yang berorientasi pada tata kelola pemerintahan digital yang efektif, lincah, dan kolaboratif, serta penguatan budaya kerja BerAKHLAK bagi aparatur sipil negara.

“Alhamdulillah Sleman berhasil meraih angka yang melesat tinggi. Posisi ini membawa Sleman berada di posisi kedua di antara kabupaten dan kota di DIY, setelah Provinsi DIY yang meraih angka 98,73,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai Reformasi Birokrasi tersebut didorong oleh sejumlah faktor, di antaranya keberhasilan pembangunan zona integritas, penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Selain menjadi instrumen penilaian, evaluasi Reformasi Birokrasi juga berfungsi memberikan rekomendasi perbaikan agar kualitas tata kelola pemerintahan terus meningkat dan mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi seluruh aparatur Pemkab Sleman atas kerja keras yang berhasil mengantarkan lonjakan nilai Reformasi Birokrasi tersebut. 

Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintah berpuas diri.

“Alhamdulillah capaian ini kerja keras kita semuanya. Saya minta kinerja dan layanan kita harus terus ditingkatkan agar pemerintahan betul-betul bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan oleh peraturan perundangan yang berlaku,” kata Harda.

Harda juga menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan sistem merit dalam tata kelola birokrasi Kabupaten Sleman. 

Melalui sistem tersebut, proses pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan aparatur yang profesional, berkualitas, dan memiliki integritas tinggi.

Dengan capaian IRB sebesar 97,56 tersebut, Pemkab Sleman optimistis dapat terus memperkuat kualitas birokrasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel. (atm)*

HUT Sleman

Baca Juga