.
Bhabinkamtibmas Condongcatur, Bripka Bagiyo, menyambangi tempat kos putri "Meta" dan mengedukasi pengamanan sepeda motor. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Sleman, khususnya Condongcatur, mendorong jajaran Polsek Depok Timur untuk meningkatkan upaya pencegahan lewat edukasi langsung ke masyarakat. Bahkan, aksi pencurian di kawasan padat penghuni seperti kos-kosan kini menjadi sorotan utama.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Agus Setyo Pambudi, SH, menegaskan dalam setiap apel pagi, dirinya selalu menekankan kepada jajaran, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk menyampaikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada warga.
“Memastikan kendaraan yang ditinggalkan selalu dalam keadaan aman, pastikan kunci tidak tertinggal, hal yang sering terjadi. Kami imbau juga agar warga memasang GPS atau CCTV karena alat tersebut sangat membantu penyelidikan ketika terjadi pencurian,” ujar Kompol Agus, Kamis (26/6/2025).
Kompol Agus juga mendorong masyarakat menggunakan kunci ganda seperti stir lock atau rem lock sebagai langkah preventif tambahan.
Ia turut mengingatkan bahwa jika terjadi tindak kejahatan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan aduan Polsek Depok Timur di nomor 081329607094.
Upaya konkret dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Condongcatur, Bripka Bagiyo dan Aiptu Bastian Sapta Ardi, yang secara rutin setiap hari menyambangi kos-kosan untuk menyampaikan himbauan langsung kepada penghuni dan pengelola. Hari ini, Kamis (26/6/2025) mereka mengunjungi kos putri “META” di Jalan Selorejo, Padukuhan Ngringin.
Dalam kunjungan tersebut, mereka berdiskusi dengan pengelola kos, Reza, dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan.
“Kami ingatkan agar penghuni kos selalu mengunci sepeda motor dengan kunci stang dan kunci tambahan. Pastikan pintu kamar kos terkunci saat tidur atau ditinggal. Pintu gerbang kos juga harus langsung dikunci setiap kali digunakan,” terang Bripka Bagiyo.
Langkah ini dilakukan menyusul catatan rata-rata tiga kasus curanmor per bulan di wilayah Condongcatur saja, angka yang mengkhawatirkan bagi kawasan yang dipadati mahasiswa dan pekerja perantauan.
Bripka Bagiyo menekankan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian.
“Kami butuh partisipasi aktif warga, terutama di lingkungan padat seperti kos-kosan. Sistem keamanan lingkungan seperti siskamling, CCTV bersama, hingga komunikasi antar penghuni sangat penting,” tandasnya.
Dengan pendekatan humanis dan intensitas sambang yang tinggi, Polsek Depok Timur berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.(atm)