Platinum

Pelatihan Pranatacara Digelar M5M Pro Jogja, Lestarikan Budaya Jawa di Tengah Masyarakat

Nadi Mulyadi
27 June 2025
.
Pelatihan Pranatacara Digelar M5M Pro Jogja, Lestarikan Budaya Jawa di Tengah Masyarakat

Para peserta pelatihan bersama panitia di Pendapa Radio Swara Koncotani Godean. (PM-Nadi M)

Patmamedia.com (Sleman)— Sebagai bentuk upaya nyata pelestarian budaya Jawa, Mitra Lima Media (M5M Pro) bekerja sama Radio Swara Koncotani menggelar pelatihan pranatacara atau pembawa acara berbahasa Jawa, Jumat pagi (27/6/2025) di Pendapa Radio Swara Koncotani, Jalan Godean Km 9, Dukuh Sidokarto, Godean, Sleman.

Pelatihan berdurasi dua jam ini diikuti sepuluh peserta dari berbagai latar belakang, yang sebagian besar aktif di kegiatan masyarakat. Kegiatan bertujuan memberikan bekal teknis sekaligus dorongan mental bagi generasi muda agar berani tampil menjadi pranatacara dalam berbagai acara adat, hajatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang sarat dengan muatan budaya Jawa.

Direktur Pengembangan Usaha M5M Pro, R. Bambang Widodo, menyebut pelatihan ini sebagai ruang belajar, ajakan sekaligus refleksi makin langkanya pranatacara muda dalam kegiatan adat.

“Kegiatan ini menjadi wadah belajar sekaligus refleksi atas semakin minimnya generasi muda yang terjun sebagai pranatacara dalam berbagai upacara adat maupun hajatan masyarakat,” ujarnya.

Menghadirkan instruktur utama, Murkija Sih Hapsara, seorang pranatacara senior dan penyiar radio, pelatihan ini membahas dua materi pokok, yakni Peran dan Tanggung Jawab Seorang Pranatacara serta Bekal Memandu Acara.

Dalam penyampaiannya, Murkija menekankan pentingnya pemahaman terhadap etika, tata krama, dan tingkat tutur bahasa Jawa. “Sebenernya minat anak muda itu besar, tapi sering kali mereka ragu memulai. Takut salah, akhirnya tidak berani mencoba. Di sinilah peran kita yang lebih tua, untuk membuka ruang, membimbing mereka,” ungkapnya.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab, membahas teknik dasar, pemilihan kosakata Jawa yang tepat, hingga kiat tampil percaya diri di hadapan publik.

Salah satu peserta, Rahmat Sanusi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai pranatacara memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan masyarakat. “Pranatacara ini sangat dibutuhkan, apalagi dalam pelayanan di masyarakat. Tapi memang ada urutan-urutan dalam memandu acara yang tidak semua orang tahu,” katanya. Ia pun berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan topik-topik yang lebih variatif.

Melalui kegiatan ini, M5M Pro dan Swara Koncotani berharap dapat membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni pranatacara sekaligus memperkuat keberlanjutan tradisi Jawa di tengah dinamika kehidupan modern.***

Dilarang

Baca Juga