.
Wabup Danang Maharsa memberikan pengarahan di Kampus 1 UTY. (Pm-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dalam menggelar sosialisasi tahapan proses penerimaan mahasiswa baru untuk program unggulan Sleman Pintar Plus Plus. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan pengarahan kepada para calon peserta program di Kampus 1 UTY, Sabtu (26/7).
Dalam sambutannya, Danang menekankan Sleman Pintar Plus Plus merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Sleman untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih adil dan merata, khususnya bagi warga dari keluarga kurang mampu.
“Melalui beasiswa ini kami harap dapat memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak keluarga yang kurang beruntung dan PKH yang memiliki semangat untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi sekaligus mengikuti program kerja sambil kuliah,” ujar Danang.
Lebih lanjut Danang menegaskan, beasiswa bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kesungguhan.
“Saya berpesan kepada calon mahasiswa yang akan mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru di UTY untuk mempersiapkan diri secara optimal. Jika nanti sudah menerima beasiswa untuk konsisten, fokus kuliah, dan meningkatkan kompetensi serta kapabilitas agar dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UTY, Bambang Moertono, menyambut baik sinergi ini. Ia menyatakan program tersebut sangat sejalan dengan visi UTY yang berfokus pada kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
“Dalam rangka mendukung program Sleman Pintar Plus Plus, UTY siap bekerjasama dengan Pemkab Sleman untuk menghasilkan generasi Kabupaten Sleman yang beradab, berkarakter, profesional, adaptif, inovatif dan kompetitif serta berdampak terhadap kesejahteraan kehidupan masyarakat,” jelas Bambang.
Tahun ini, jumlah pendaftar Beasiswa Sleman Pintar Plus Plus mencapai 310 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 80 mahasiswa yang akan terpilih untuk mendapatkan beasiswa. Mereka akan mengikuti pendidikan di program studi Teknik Elektro, Teknik Industri, serta Teknik Komputer dan Informatika.
Menariknya, skema perkuliahan dirancang untuk lebih aplikatif dengan target kelulusan dalam 3,5 tahun. Dua tahun pertama para mahasiswa akan kuliah di kampus, kemudian dilanjutkan dengan Kuliah di Luar Kampus (KDK) selama 1,5 tahun di industri, lengkap dengan uang saku untuk menunjang kehidupan mereka selama magang.(atm)*