Platinum

Pemkab Sleman Gelontorkan Rp8,7 Miliar untuk Program Sleman Pintar

Wijatma T S
20 October 2025
.
Pemkab Sleman Gelontorkan Rp8,7 Miliar untuk Program Sleman Pintar

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo?Ari?Saptoto, S.Sos., M.AP., M.Agr.Sc., memberi keterangan kepada awak media. (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,7 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung pelaksanaan Program Sleman Pintar, salah satu program unggulan dalam bidang pendidikan yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo?Ari?Saptoto, S.Sos., M.AP., M.Agr.Sc., menjelaskan, program ini merupakan implementasi misi pertama Pemkab Sleman, yaitu meningkatkan pembangunan manusia yang produktif, berkualitas, dan berkepribadian melalui pendidikan dan pelatihan. Program ini dikenal dengan jargon “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.”

“Anggaran Rp8,7 miliar itu digunakan untuk membiayai 796 mahasiswa dari keluarga miskin di Sleman yang menjadi peserta Program Sleman Pintar. Mereka kuliah di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkab,” ujar Ari, Senin (20/10).

Lima perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Sleman antara lain Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Politeknik Pembangunan Pertanian, dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, program ini juga menerapkan seleksi ketat untuk memastikan penerima benar-benar memenuhi kriteria. Ari menjelaskan, syarat penerima Program Sleman Pintar antara lain:

  • Ber-KTP Kabupaten Sleman,
  • Masuk dalam data kemiskinan atau merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penyandang disabilitas,
  • Lulusan tiga tahun terakhir,
  • Memiliki nilai ijazah minimal 7,
  • Menunjukkan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan,
  • Lulus tes di perguruan tinggi yang ditunjuk,
  • Dan kelulusannya mengikuti standar akademik masing-masing perguruan tinggi mitra.

“Tujuannya agar penerima beasiswa benar-benar memiliki potensi dan semangat belajar tinggi, bukan semata karena faktor ekonomi,” jelas Ari.

Ari menambahkan, beberapa peserta program bahkan telah menyelesaikan studi. “Tahun ini ada 14 mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta yang telah diwisuda, salah satunya dengan IPK sempurna 4,00. Selain itu, 78 mahasiswa lain dijadwalkan diwisuda pada bulan November mendatang,” ungkapnya.

Program Sleman Pintar, lanjut Ari, menjadi bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan daerah melalui tiga pendekatan utama, yaitu mengurangi beban konsumsi keluarga miskin, menambah penghasilan, dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Untuk tahun 2026, Pemkab Sleman berencana memperluas kerja sama dengan lebih dari 40 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta agar semakin banyak keluarga miskin dapat mengakses pendidikan tinggi.

“Bupati membuka peluang seluas-luasnya bagi kampus-kampus di DIY untuk bergabung. Harapannya, tidak ada lagi anak Sleman yang gagal kuliah karena alasan ekonomi,” pungkas Ari. (atm)

Dilarang

Baca Juga