Platinum

Hari Anak Nasional di Prambanan, Danang Ajak Pelajar Cintai Sejarah dan Budaya Bangsa

Wijatma T S
22 July 2026
.
Hari Anak Nasional di Prambanan, Danang Ajak Pelajar Cintai Sejarah dan Budaya Bangsa

Wabup Danang Maharsa memberikan sambutan dalam acara HAN 2026 di Lapangan Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (22/7). (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Sleman menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya bangsa.

Digelar di Lapangan Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (22/7), kegiatan ini diikuti ratusan pelajar sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Sleman dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan InJourney Destination Management tersebut dihadiri 380 siswa dan 54 guru pendamping dari 27 SMP dan MTs di Kapanewon Prambanan, Kalasan, dan Berbah.

Dalam suasana lesehan di kawasan Candi Prambanan, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengingatkan pentingnya mengenalkan sejarah kepada anak-anak sejak dini.

Menurutnya, banyak generasi muda yang lebih mengenal budaya populer luar negeri dibandingkan sejarah bangsanya sendiri.

"Generasi muda saat ini kerap merasa enggan saat diajak mendalami sejarah, tetapi begitu antusias ketika membahas budaya populer seperti drama Korea. Hal seperti ini tentu perlu kita benahi bersama. Jika kita ingin mewariskan keagungan budaya bangsa, kita harus lebih sering membagikan kisah-kisah sejarah," ujar Danang.

Ia kemudian mengisahkan kejayaan Kerajaan Mataram yang berada di antara dua candi besar, yakni Prambanan dan Borobudur.

Danang juga mengangkat legenda Bandung Bandawasa sebagai inspirasi agar anak-anak Sleman memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Selain edukasi sejarah, Pemkab Sleman juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah secara simbolis kepada anak-anak dari kelompok rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang inklusif.

Agar pembelajaran tidak berhenti di lokasi wisata, Danang meminta para guru memberikan tugas kepada siswa berupa laporan edukatif setelah mereka mengelilingi kawasan Candi Prambanan.

Acara diawali penampilan tari dari Forum Anak Sleman dan ditutup dengan pembagian satu unit sepeda kepada peserta yang berulang tahun tepat pada hari pelaksanaan kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, InJourney Destination Management menghadirkan program InJourney Community Care bertajuk Wujudkan Impian, Lestarikan Indonesia.

Ratusan siswa mengikuti pelatihan membatik dan seni ecoprint sebagai upaya mengenalkan budaya sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Candi Prambanan sebagai living heritage, yakni warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai keasliannya.

Menurut Joel, pengelolaan kawasan Candi Prambanan mengedepankan tiga pilar utama, yakni pelestarian cagar budaya, pengelolaan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai program edukasi seperti Heritage Class, Junior Wonder, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan kepramukaan, hingga pelatihan mitigasi bencana gempa bumi terus dikembangkan untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya Indonesia. (atm)

Dilarang

Baca Juga