Platinum

Petani di Dusun Ngasem Keluhkan Minimnya Subsidi Pupuk

15 February 2022
.
Petani di Dusun Ngasem Keluhkan Minimnya Subsidi Pupuk

Ketua Gapoktan Berkah Mbaon, Heru memperlihatkan hasil tanaman jagungnya (Foto: PM-arf)

Klaten (PM) - Para petani di wilayah dusun Ngasem, Krakitan, Kelurahan Bayat, Kabupaten Klaten masih mengalami banyak kendala dalam pengolahan lahan pertanianya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil panen beberapa jenis tanaman sayur.  Lahan yang mereka tanami jagung dan cabe, banyak mengalami kegagalan karena terkendala subsidi pupuk yang tidak cukp.

Ketua Kelompok Tani Mbaon dusun Ngasem, Kelurahan Bayat, Heru, saat dijumpai Jum'at (11/02/2022) , menjelaskan untuk hasil panen para petani di dusun Ngasem ini tidak sebanding dengan anggaran atau biaya yang harus dikeluarkan oleh para petani. Disamping itu juga masih belum adanya sarana dan prasarana penunjang untuk pengolahan lahan.

"Kami di Gapoktan Mbaon dusun Ngasem ini masih terkendala dengan mahalnya biaya pengohan tanah, karena dari pemerintah belum ada alokasi bantuan berupa alat pertanian atau traktor untuk kelompok tani kami. Karena dengan adanya traktor akan mempermudah para petani disini untuk pengolahan tanah yang notabene lahan pertanian disini keras dan berbatu."jelasnya. 

Lebih lanjut Heru menambahkan, selain  belum memiliki alat pertanian, juga masih terkendala karena kurangnya subsidi pupuk. 

"Kami disini juga masih terkendala karena masih kurangnya subsidi pupuk  yang jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan para petani disini," imbuhnya.

Samidi, salah satu petani dusun Ngasem, Krakitan, menambahkan, untuk hasil panenan yang dihasilkannya dari lahan yang dimilikinya yaitu kurang lebih seluas 6500 meter ini tidak sebanding dengan biaya yang harus dia keluarkan untuk pengolahannya.

"Hasil panenan untuk lahan saya ini masih minim sekali, walaupun pengelolaanya sudah maksimal. Kendalanya ya dialat pertaniannya yang tidak ada, sedangkan kalau nyewa juga biayanya mahal. Disamping alat, untuk pupuknya juga masih harus nyari kesana - kemari karena pasokannya sedikit," tuturnya. 

Untuk tanaman jagung sendiri, saat ini juga terkendala dengan cuaca dan hama oret dan bule (benih yang tidak bisa berbuah). Sementara untuk bibit jagungnya sendiri juga kurang bagus. Heru selaku ketua Gapoktan Mbaon, Ngasem, Krakitan, Bayat, berharap untuk kedepanya ada perhatian untuk para petani di wilayahnya baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi Jawa Tengah. ***k
 

Dilarang

Baca Juga