.
Ketua Umum Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan, melakukan kick off di Lapangan Ganjuran Condongcatur sebagai penanda resmi dimulainya pertandingan. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Piala Askab PSSI Sleman 2025 resmi dimulai dan membawa semangat baru pembinaan sepak bola daerah. Sebanyak 24 tim dari empat kasta kompetisi Askab PSSI Sleman ambil bagian dalam turnamen yang dibuka oleh Ketua Umum Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan, di Lapangan Ganjuran Condongcatur, Minggu sore (23/11).
Di tengah ketatnya persaingan antarklub, turnamen ini menonjol karena fokus pada pembinaan usia muda. Wahyudi menegaskan, Piala Askab bukan hanya ajang pemanasan menuju kompetisi 2026, tetapi sekaligus langkah strategis menyiapkan pondasi atlet jelang Porda 2027.
“Kami tidak meninggalkan pembinaan. Orientasi turnamen ini memiliki arah persiapan Porda 2027. Karena itu semua klub wajib memainkan minimal tiga pemain U-17,” ujar Wahyudi.
Ketua Panitia Piala Askab PSSI Sleman 2025, Jaguar Tominangi (Jenggo) menjelaskan, turnamen berlangsung hingga 10 Desember 2025.
Sebanyak 24 tim dibagi menjadi delapan grup, masing-masing berisi tiga tim. Pertandingan digelar di empat venue yakni Lapangan Bokoharjo, Lapangan Ganjuran Condongcatur, Lapangan Donoharjo, dan Lapangan Minomartani
“Juara grup dan runner-up akan melaju ke babak 16 besar dengan sistem knock out. Delapan besar akan digelar di Stadion Tridadi, sedangkan semifinal dan final akan kami gelar di Stadion Maguwoharjo,” kata Jenggo.
Hari pertama turnamen langsung disuguhi empat laga seru di empat lokasi berbeda. Lapangan Ganjuran berlaga Saka FC menang tipis 2–1 atas PS Condongcatur. Sedangkan lapangan Bokoharjo, Pesat Tempel sukses menaklukkan Putra Prambanan 3–2.
Di lapangan Minomartani Duel panas PSTN vs PSAD berakhir 3–4 untuk keunggulan PSAD, dan Lapangan Donoharjo tertoreh keunggulan Persak Kentungan 2–0 atas Sindu Utama.
Lapangan Ganjuran Makin Dikenal
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP, yang turut hadir dalam pembukaan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Askab menjadikan Lapangan Ganjuran sebagai venue resmi turnamen.
“Dengan dipakainya lapangan sepak bola Ganjuran ini, maka lapangan akan semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. Ini juga menjadi ajang promosi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga,” ujarnya.
Reno menambahkan, pihak kalurahan secara bertahap terus meningkatkan kualitas lapangan dan fasilitas pendukung agar makin layak dan nyaman digunakan pada event-event berikutnya.
Editor: Wijatma TS