.
Ketua PMI Sleman, dr Mafilindati Nuraini, M.Kes, menyerahkan reward kepada Kapanewon Godean atas pelaksanaan donor darah massal terbanyak urutan ke-4. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 pada Sabtu (24/1) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini dihadiri Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto, serta seluruh komponen PMI Kabupaten Sleman.
Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap kinerja PMI Kabupaten Sleman yang dinilainya bekerja secara total dan kompak bersama pemerintah daerah serta berbagai unsur terkait.
“Saya inventaris pernah 54 kali jadi ketua di berbagai organisasi. Dari pengalaman saya itu, Sleman selalu menjadi yang terbaik. Artinya dalam kepengurusan apa pun, orang-orang di Sleman itu benar-benar total, kerja keras, kerja cerdas, kerja sama. Dan pemerintah daerah memberikan motivasi, fasilitasi, serta apresiasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Sekda Sleman, Susmiarto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kiprah kemanusiaan PMI Kabupaten Sleman.
Menurutnya, PMI merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan layanan sosial dan kemanusiaan, terutama dalam penanganan kebencanaan, kecelakaan, pelayanan kesehatan, serta donor darah.
“Mudah-mudahan Musyawarah Kerja PMI Sleman tahun 2026 ini menjadi ajang evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, agar ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini, dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 PMI Sleman telah melaksanakan 204 kegiatan atau sekitar 52 persen dari total 395 kegiatan yang tertuang dalam program kerja PMI Kabupaten Sleman.
Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, PMI Sleman menggunakan anggaran sebesar Rp21,2 miliar.
Ia merinci, penerima manfaat kegiatan PMI Sleman tahun 2025 meliputi layanan donor darah dengan distribusi 39.210 kantong darah.
Selain itu, layanan Lada Manis (Layanan Darah Sleman Gratis) menjangkau 6.583 orang, Klinik Pratama melayani 6.069 orang, ambulans emergency dan kedaruratan melayani 861 orang, serta layanan tim kesehatan dan ambulans non-emergency menjangkau 108.581 orang.
Di bidang pengurangan risiko bencana, PMI Sleman juga melakukan pendampingan masyarakat melalui sosialisasi dan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana kepada 4.604 orang.
“Kami menyadari kami tidak bisa memberikan yang sempurna, tetapi kami memberikan yang optimal yang bisa kami laksanakan,” kata Mafilindati.
Pada Musker PMI Sleman 2026 tersebut juga diserahkan reward pelaksanaan donor darah massal dengan jumlah pendonor terbanyak.
Peringkat pertama diraih PMI Kapanewon Cangkringan dengan lima kali kegiatan donor darah dan total 797 pendonor.
Disusul PMI Kapanewon Kalasan dengan 540 pendonor, Kapanewon Seyegan 230 pendonor, Kapanewon Godean 216 pendonor, dan Kapanewon Ngemplak 196 pendonor. (atm)