Platinum

Polres Bantul Kerahkan 1.019 Personel Amankan Pilur Serentak

Wagino
03 October 2026
.
Polres Bantul Kerahkan 1.019 Personel Amankan Pilur Serentak

Apel pasukan di Mapolres Bantul. (PM-ist)

Patmamedia.com (BANTUL) — Polres Bantul mengerahkan 1.019 personel untuk mengamankan Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Bantul 2026. Pengamanan diperketat karena dari 648 tempat pemungutan suara (TPS), terdapat 14 TPS masuk kategori rawan dan satu TPS dinilai sangat rawan.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel pergeseran pasukan di halaman Mapolres Bantul, Sabtu (3/10/2026). Apel dipimpin langsung Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H.

Pemilihan lurah serentak tahun ini digelar di 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon, dengan jumlah 87 calon lurah. Dari jumlah tersebut, 24 calon merupakan petahana.

Sementara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 308.418 orang.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan pemilihan lurah memiliki dinamika tersendiri karena hubungan emosional antara kandidat dan pendukung biasanya cukup dekat.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diantisipasi karena dapat memunculkan potensi konflik antarpedukung, penyebaran hoaks hingga praktik politik uang.

"Keberadaan anggota di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi sebagai bentuk representasi negara untuk menjamin seluruh tahapan pemilihan lurah berjalan aman, tertib, jujur, dan adil," kata Bayu.

Pengamanan dilakukan sejak tahapan pencalonan, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan calon lurah terpilih hingga pelantikan.

Pergeseran pasukan juga menandai dimulainya penempatan personel untuk memperkuat 15 polsek yang wilayahnya menggelar pemilihan lurah.

Bayu meminta seluruh personel menjaga netralitas dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon lurah mana pun, termasuk melalui ucapan, tindakan maupun aktivitas di media sosial.

"Saya tekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi netralitas Polri," tegasnya.

Selain netral, personel diminta memahami karakteristik wilayah masing-masing. Koordinasi dengan perangkat kalurahan, panitia pemilihan, tokoh masyarakat dan Linmas juga harus diperkuat.

Bayu menekankan pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam pengamanan. Namun, anggota juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, pola pengamanan TPS disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing lokasi.

"Dari total 648 TPS, sebanyak 633 TPS masuk kategori kurang rawan, 14 TPS kategori rawan, dan satu TPS kategori sangat rawan," kata Rita.

Untuk TPS kategori kurang rawan, pola pengamanan melibatkan dua personel Polri untuk mengamankan tiga hingga lima TPS, dengan dukungan empat sampai 10 anggota Linmas.

Sementara TPS kategori rawan menggunakan pola 2:2:4, sedangkan TPS sangat rawan menggunakan pola 2:1:2. Pola tersebut merupakan perbandingan jumlah personel Polri, TPS dan anggota Linmas.

Secara keseluruhan, terdapat 344 personel yang ditempatkan langsung untuk mengamankan TPS.

Polres Bantul berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas dan membangun koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Bantul 2026 berlangsung aman dan kondusif. (Wag)

Dilarang

Baca Juga