HUT Sleman

RS Jiwa Grhasia Tegaskan Penanganan Mahasiswa ECE Sesuai SOP, Kondisi Berangsur Membaik

Wijatma T S
05 January 2026
.
RS Jiwa Grhasia Tegaskan Penanganan Mahasiswa ECE Sesuai SOP, Kondisi Berangsur Membaik

Jumpa pers Rumah Sakit Jiwa Grhasia terkait kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan mahasiswa UNISA Jogja, Senin (5/1/2026). (PM-Jatmo)

Patmamedia.com  (SLEMAN) – RS Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan seluruh penanganan gangguan kesehatan yang dialami mahasiswa peserta kegiatan pendidikan Early Clinical Exposure (ECE) telah dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan dan prosedur keselamatan pasien.

Hal tersebut disampaikan manajemen RS Jiwa Grhasia dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media di Ruang Diklat Lantai 2 RS Jiwa Grhasia, Sleman, Senin (5/1/2026).

Direktur RS Jiwa Grhasia, dr. Akhmad Akhs S, MPH, menjelaskan, informasi kepada publik disampaikan melalui satu pintu guna menjaga akurasi dan mencegah kesimpangsiuran pemberitaan.

“RS Jiwa Grhasia mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang,” tegasnya.

Kronologi Kejadian

Kegiatan ECE yang merupakan bagian dari kerja sama pendidikan antara RS Jiwa Grhasia dengan institusi pendidikan tinggi kesehatan dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan konsumsi berupa snack dari penyedia jasa katering eksternal yang telah melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan.

Pada malam hari hingga hari berikutnya, RS Jiwa Grhasia menerima laporan adanya keluhan kesehatan dari sejumlah mahasiswa, seperti mual, muntah, diare, demam, dan pusing, dengan waktu muncul gejala yang bervariasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, rumah sakit segera melakukan respons cepat sesuai standar operasional prosedur pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Tercatat 8 mahasiswa menjalani perawatan, dengan rincian: 4 mahasiswa telah diperbolehkan pulang, 2 mahasiswa direncanakan pulang dalam waktu dekat, 2 mahasiswa masih menjalani perawatan rawat inap dengan kondisi terpantau stabil.

Selain itu di RS PKU Gamping merawat 2 mahasiswa rawat inap dalam pemantauan medis, di RS Condongcatur telah memperbolehkan 1 mahasiswa pulang setelah kondisi membaik, dan di RS Sardjito masih merawat 1 mahasiswa dengan kondisi terpantau.

Secara umum, kondisi mahasiswa menunjukkan perkembangan yang baik dan seluruh prosedur pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai standar.

Langkah Tindak Lanjut

RS Jiwa Grhasia telah melakukan sejumlah langkah lanjutan, antara lain: Memberikan pelayanan medis cepat dan profesional, Pemeriksaan medis lanjutan dan rujukan bila diperlukan, Koordinasi dengan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta K3, dan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Balai Laboratorium Kesehatan.

Selain itu juga melakukan pengamanan sisa sampel makanan, komunikasi intensif dengan institusi pendidikan asal mahasiswa, dan pemanfaatan skema jaminan kesehatan sesuai ketentuan.

RS Jiwa Grhasia menegaskan tidak menetapkan penyebab kejadian sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi laboratorium dan instansi berwenang.

Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan transparan dalam proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.

“Keselamatan, kesehatan, dan pemulihan mahasiswa menjadi prioritas utama kami,” pungkas Akhmad.

Dilarang

Baca Juga