.
Tokoh masyarakat hingga perwakilan pemuda dari tiga RW di wilayah Kayen mengikuti penguatan Satgas P4GN. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kalurahan Condongcatur terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui penguatan Satgas P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Tingginya mobilitas masyarakat dan mahasiswa di wilayah Condongcatur dinilai menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan P4GN yang digelar di Joglo Suratno, Padukuhan Kayen, Condongcatur, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan menghadirkan fasilitator dari BNN Provinsi DIY, Erma Artasari, S.S.I dan diikuti 55 peserta yang terdiri dari Satgas P4GN Kayen, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda dari tiga RW di wilayah Kayen.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kamituwa Condongcatur Al Thouvik Sofisalam, S.IP beserta staf, Bhabinkamtibmas Condongcatur, serta Babinsa Condongcatur.
Dalam sambutannya, Al Thouvik Sofisalam menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat aktif dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan Padukuhan Kayen.
Menurutnya, Condongcatur sebagai kawasan dengan aktivitas masyarakat dan mahasiswa yang tinggi memiliki potensi kerawanan terhadap peredaran narkotika sehingga membutuhkan pengawasan dan kepedulian bersama.
"Condongcatur memiliki mobilitas masyarakat dan mahasiswa yang sangat tinggi, sehingga kewaspadaan terhadap potensi peredaran narkoba harus terus diperkuat melalui sinergi seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Satgas P4GN diharapkan mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar sekaligus membangun kawasan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Pertemuan tersebut menjadi agenda perdana Satgas P4GN Kayen pada tahun 2026 sekaligus membahas rencana kerja satgas untuk memperkuat program pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Padukuhan Kayen.
Sementara itu, dalam materi bertajuk Pencegahan Narkoba bagi Pemuda, fasilitator BNNP DIY Erma Artasari menjelaskan, persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama bagi kelompok usia muda yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan negatif.
Berdasarkan Survei Nasional BNN RI Tahun 2025, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Erma menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba.
Menurutnya, edukasi berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap dampak buruk narkoba bagi kesehatan, pendidikan, hingga masa depan mereka.
"Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kepedulian bersama antara keluarga, masyarakat, pemerintah, dan generasi muda agar lingkungan tetap aman dan sehat dari ancaman narkotika," ungkapnya.
Ia juga mengajak para pemuda untuk menjadi pelopor gerakan hidup sehat dan berani menolak narkoba demi menjaga masa depan generasi bangsa.
Melalui kegiatan P4GN tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, serta mampu menjadi motor penggerak gerakan anti narkoba di lingkungan masing-masing demi mewujudkan masyarakat yang aman dan bebas dari ancaman narkotika. (atm)