.
Wabup Danang Maharsa (tengah) menekan tombol, secara simbolis meluncurkan SIPEDULI. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan hidup dengan menghadirkan inovasi layanan publik berbasis digital.
Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Sleman resmi meluncurkan Sistem Informasi Pengaduan Lingkungan Hidup (SIPEDULI) di Kampung Iklim Sangurejo, Rabu (24/6).
Peluncuran SIPEDULI dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Sistem ini dirancang untuk memudahkan masyarakat melaporkan berbagai persoalan lingkungan hidup secara cepat, mudah, transparan, terintegrasi, dan terdokumentasi.
Kehadiran SIPEDULI menjadi langkah strategis Pemkab Sleman dalam mempercepat penanganan berbagai aduan lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“SIPEDULI ini tidak hanya mempercepat proses penanganan aduan, tetapi juga memperkuat koordinasi internal antarbidang di Dinas Lingkungan Hidup sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara tepat, terarah, dan akuntabel,” ujar Danang Maharsa.
Menurut Danang, hubungan manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Danang juga melakukan sejumlah aksi simbolis pelestarian lingkungan berupa pelepasan benih ikan nila dan nilem, pelepasan burung kutilang, serta penanaman pohon mangga dan alpukat.
Selain menghadirkan SIPEDULI, Pemkab Sleman juga terus mendorong berbagai inovasi pengelolaan sampah yang bertujuan membangun budaya peduli lingkungan sejak dari sumbernya.
Beberapa program yang telah dijalankan antara lain Terpilah Rapi Tambah Nilai Integrasi (TERATAI), Rumah Pilah Sampah (RUMPIAH), dan Kotak Pilah Sampah (KOPIAH).
“Sarana ini didistribusikan ke seluruh kapanewon dan perangkat daerah sebagai langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju budaya memilah sampah sejak dari sumbernya,” jelas Danang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaidi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mendukung berbagai program yang telah dijalankan pemerintah.
“Pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu kami sampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok masyarakat yang sudah menunjukkan kepedulian nyata dalam menjaga pelestarian lingkungan,” kata Junaidi.
Dengan hadirnya SIPEDULI, masyarakat Sleman kini memiliki kanal resmi untuk menyampaikan berbagai keluhan dan permasalahan lingkungan. Inovasi ini diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (atm)*