Platinum

Soto Hangat, Hujan Pagi, dan Harap Menyambut Ramadhan di Masjid NHK

Wijatma T S
01 February 2026
.
Soto Hangat, Hujan Pagi, dan Harap Menyambut Ramadhan di Masjid NHK

Usai pengajian para jamaah membawa pulang paket sayur-mayur segar. (PM-Was)

GERIMIS turun perlahan di Kayen, Condongcatur, Minggu pagi (1/2/2026). Udara dingin belum sepenuhnya pergi, tetapi langkah kaki jamaah tak surut menuju Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK). Sejak selepas Subuh, masjid telah penuh. Shaf demi shaf terisi rapi—sebuah pemandangan yang menghangatkan hati di awal bulan Syakban.

Di sudut serambi, aroma soto seger mulai menyeruak. Uap panas dari 200 mangkuk soto bercampur wangi teh hangat yang siap disajikan. Bagi jamaah, pagi itu bukan sekadar pengajian Ahad, melainkan perayaan kecil menyambut Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

“Walau hujan ringan, jamaah tetap datang. Iman itu yang menggerakkan,” ujar Takmir Masjid NHK, Ari Yulianto, S.Pd.Si., dengan senyum lega. Pagi itu, sekitar 220 jamaah memadati masjid—laki-laki dan perempuan, tua dan muda—duduk bersila, menyimak tausiyah dengan khusyuk.

Bulan Syakban, bagi jamaah NHK, adalah waktu menguatkan diri. Bukan hanya fisik, tapi juga hati. Itulah pesan yang disampaikan Prof. drg. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, dalam tausiyahnya. Ia mengajak jamaah membekali diri dengan ilmu puasa, memahami makna ibadah, dan memperbanyak amalan sunnah agar Ramadhan tak berlalu sia-sia.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga,” tuturnya lembut. “Ia adalah jalan menuju takwa, jalan untuk membersihkan diri dan mendekat kepada Allah.”

Di antara jamaah, ada yang datang bersama pasangan, ada pula yang menggandeng cucu. Beberapa ibu tampak saling berbagi payung kecil, sementara para bapak menepuk-nepuk bahu sahabat lamanya. Masjid pagi itu terasa seperti rumah besar, tempat orang-orang saling menguatkan.

Usai doa, suasana berubah cair. Jamaah berderet mengambil soto seger. Di tengah gerimis, mereka menikmati sarapan hangat bersama, berbincang ringan, tertawa kecil. Tidak ada sekat status, semuanya duduk sejajar.

Sebelum pulang, setiap jamaah menerima paket sayuran, sawi, wortel, dan sayuran segar lainnya. Bukan sekadar bingkisan, tetapi pesan sederhana bahwa masjid hadir bukan hanya untuk ibadah, melainkan juga untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup jamaahnya.

Di Masjid NHK pagi itu, Ramadhan belum benar-benar datang. Namun harap, kebersamaan, dan kesiapan telah lebih dulu disemai, diantara soto hangat, hujan pagi, dan hati-hati yang ingin menjadi lebih baik.

Dilarang

Baca Juga