Platinum

Srawung Agung Jaga Warga DIY 2025, Sri Sultan Tekankan Falsafah ‘Tata Tentrem Kerta Raharja’

Wijatma T S
21 November 2025
.
Srawung Agung Jaga Warga DIY 2025, Sri Sultan Tekankan Falsafah ‘Tata Tentrem Kerta Raharja’

Srawung Agung Kelompok Jaga Warga diikuti seribu personil di Halaman Mapolda DIY, Jumat (21/11). (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Daerah DIY bersama Polda DIY menggelar Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai yang diikuti 1.000 personel Jaga Warga se-DIY di Halaman Mapolda DIY, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–08.45 WIB ini menjadi momentum penguatan jejaring keamanan berbasis masyarakat dan dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X menegaskan, masyarakat Jawa sejak lama memegang teguh falsafah “Tata, Tentrem, Kerta, Raharja”.

Ia menjelaskan, keteraturan yang dijalankan dengan ketulusan akan melahirkan ketenteraman, yang kemudian menjadi kekuatan untuk membangun kesejahteraan lahir dan batin.

Baca Juga: Bupati Sleman Pimpin Apel Srawung Agung, Sri Sultan Tekankan Pentingnya Harmoni Jaga Warga DIY

Falsafah tersebut, menurut Sultan, selaras dengan adagium Latin salus populi suprema lex atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

“Melalui Apel Besar Jaga Warga hari ini, kita sesungguhnya tengah merawat amanat besar itu, mengukuhkan Yogyakarta sebagai ruang hidup bersama, di mana manunggaling warga lan pamong menjadi kekuatan moral dalam menjaga ketenteraman DIY,” tutur Sultan.

Sri Sultan juga menekankan, keamanan modern tidak cukup mengandalkan teknologi dan regulasi formal. Keamanan harus berbasis partisipasi warga melalui pendekatan people-centered security yang menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus mitra strategis Polri.

Ia mencontohkan penanganan demonstrasi 29–30 Agustus lalu, yang dapat dilewati tanpa tindakan represif berkat dialog, pendekatan kultural, serta sinergi antara Polri dan Jaga Warga.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis Rompi Jaga Warga kepada perwakilan kepolisian dari Polresta Yogyakarta, Polresta Sleman, Polres Bantul, Polres Kulon Progo, dan Polres Gunungkidul.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya menyampaikan, Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia memerintahkan jajaran Polres, Polsek, hingga Kalurahan untuk memperkuat kolaborasi dengan Kelompok Jaga Warga, terutama di tingkat padukuhan.

“Polri tidak mungkin bekerja sendiri, karena itu harus bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga keteraturan sosial dan menyelesaikan masalah di lingkungan,” ujarnya.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., yang hadir bersama Kelompok Jaga Warga Condongcatur, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menyebut Srawung Agung menjadi ruang konsolidasi jejaring keamanan yang memperkuat komitmen menjaga ketenteraman lingkungan di DIY.

“Kalurahan Condongcatur mengirim 65 personel Jaga Warga dari masing-masing padukuhan dan Omah Jaga. Semoga Jaga Warga mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk saling menjaga, memberikan bantuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dilarang

Baca Juga