Platinum

Tangkal Hama Tikus, Patani Sabranglor Klaten Pasang 10 Tiang Rubuha

Muhammad Arifin
06 January 2022
.
Tangkal Hama Tikus, Patani Sabranglor Klaten Pasang 10 Tiang Rubuha

Petani Desa Sabranglor, Trucuk, Klaten memasang 10 tiang rumah burung hantu atau rubuha untuk menangkal maraknya hama tikus

KLATEN (PM) – Petani Desa Sabranglor, Trucuk, Klaten memasang 10 tiang rumah burung hantu atau rubuha untuk menangkal maraknya hama tikus yang menyerang lahan pertaniannya. Diharapkan rubuha yang dibuat bisa dihuni Tyto Alba atau burung hantu sebagai predator agar hama tikus tidak berkembang biak dan merusak padi petani.

Ketua Gapoktan Desa Sabranglor Ratno (58)  mengatakan kalau rubuha yang dipasang itu dimaksudkan untuk rumah Tyto Alba. Nantinya kalau sudah dihuni, diharapkan burung hantu ini bisa memangsa hama tikus di lahan petanian milik warga.

“Petani Sabranglor kali ini memasang 10 titik rubuha yang tersebar di lahan pertanian. Harapannya nanti rubuha ini ditempati burung hantu atau Tyto Alba. Predator hama ini diharapkan bisa mengendalikan hama tikus,” katanya.

Rubuha dimaksud dipasang tersebar di sejumlah lahan pertanian. Pemasangannya dilakukan secara gotong royong.

“Predator burung hantu suka makan tikus. Selama ini banyak hama tikus yang merusak tanaman petani. Diharap beban petani bisa berkurang, karena dua kali masa panen, pertanian kami diganggu tikus terus,” tambahnya.

Humas Desa Sabranglor Fajar Ari Widodo saat dikonfirmasi (kamis, 5/1) mengatakan pemasangan rubuha itu menjadi inisiatif para gapoktan. Pertanian di Sabranglor sendiri sudah rutin diserang hama tikus.

”Para petani secara swadaya membuat rubuha. Termasuk mendatangkan tyto alba dari daerah lain. Saya sendiri mencoba mendokumentasikan dan memublikasikan agar hal yang sama banyak dilakukan petani lain. Semoga hama tilkus di Klaten terkendali, khususnya di Desa Sabranglor,” katanya.

Untuk sebaran titik rubuha, pria yang gemar bikin konten youtube itu, menerangkan kalau penempatannya menyesuaikan luasan lahan. Sedangkan desa-desa lain di sekiitanya belum semuanya tertarik memasang rubuha.

“Satu tiang rubuha untuk sebaran 15 petak sawah. Kalau ditanya kecukupannya, jelas rubuha, yang dibuat petani masih kurang. Informasinya desa sebelah sudah ada yang membuat rubuha. Hanya burung hantunya sendiri belum ada. Saat ini buat rumahnya dulu,” jelasnya.

Burung hantu yang punya nama latin Tyto Alba adalah jenis burung predator tikus. Satwa ini memburu mangsa di waktu malam. Kemampuan indra penglihatnya yang tajam di waktu malam, bisa mendeteksi mangsa, biar pun tikus itu di titik tersembunyi. 

Dalam semalam burung hantu bisa membunuh dua sampai tiga ekor tikus. Sayang populasinya kian sedikit akibat perburuan liar.

Griting

Baca Juga