.
Secara simbolis penyerahan plakat lambang perkumpulan kepada ketua kepengurusan yang baru, R. H. Amirudin Zuhri, S.Sos., M.Si (kiri) usai pelantikan, Rabu (24/6) malam. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (MAGELANG) – Perkumpulan Keluarga Trah Adipati KRT. Djajaningrat II resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026-2031.
Pelantikan yang berlangsung di Kradenan, Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (24/6/2026) malam, menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan keluarga besar sekaligus menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya leluhur.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Drs. Wisnu Argo Budiono, M.M.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan teks pelantikan dan penandatanganan berita acara sebagai tanda resmi dimulainya masa bakti kepengurusan baru.
Momen simbolis turut mewarnai kegiatan tersebut melalui penyerahan lambang perkumpulan dari ketua lama kepada ketua terlantik.
Selain itu, dilakukan pengalungan samir kepada para penasehat dan pengurus inti sebagai simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan organisasi keluarga besar tersebut.
Untuk periode 2026-2031, kepengurusan dipimpin oleh R. H. Amirudin Zuhri, S.Sos., M.Si sebagai Ketua I dan Drs. R. H. Bambang Supangkat, M.Pd sebagai Ketua II.
Mereka didukung jajaran penasehat, sekretaris, bendahara, serta berbagai bidang yang meliputi kekerabatan, dakwah, silsilah, pesarean, kemasjidan, pembangunan hingga ziarah.
Dalam sambutannya, Wisnu Argo Budiono menegaskan keberadaan sebuah trah bukan sekadar pertalian darah dan keturunan, melainkan mata rantai sejarah, penjaga nilai, dan penerus amanah para leluhur.
“Dalam falsafah Jawa kita mengenal ungkapan mikul dhuwur mendhem jero, yaitu kewajiban anak turun untuk menjunjung tinggi keluhuran dan menutup rapat kekurangan para pendahulunya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Perkumpulan Keluarga Trah Adipati KRT. Djajaningrat II beserta pendapa dan kompleks makam leluhur merupakan wujud nyata upaya merawat jejak sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
Wisnu menambahkan, Kabupaten Magelang merupakan daerah yang kaya akan warisan budaya adiluhung, mulai dari situs sejarah, tradisi, hingga peninggalan budaya yang tersebar di berbagai wilayah.
Karena itu, keluarga besar trah dinilai memiliki peran penting dalam ekosistem pelestarian budaya daerah.
“Apa yang dilakukan keluarga besar trah dalam merawat makam, menjaga tradisi, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur sejatinya sejalan dengan tugas dan tanggung jawab kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dan mendukung berbagai upaya pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Wisnu menyampaikan sejumlah pesan penting. Pertama, menjadikan amanah kepengurusan sebagai ibadah dan pengabdian, bukan sekadar jabatan.
Kedua, menjaga semangat guyub rukun sebagai fondasi utama organisasi.
“Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa. Perpecahan membawa kehancuran, sedangkan kerukunan membawa kekuatan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengurus untuk merangkul generasi muda agar nilai-nilai sejarah, budaya, dan kecintaan terhadap leluhur dapat diwariskan kepada anak cucu sehingga mata rantai sejarah tidak terputus.
Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program kerja yang nyata dan bermanfaat, baik bagi keluarga besar trah maupun masyarakat sekitar.
Wisnu mengajak seluruh anggota perkumpulan menjadikan organisasi sebagai sarana memayu hayuning bawana, yakni upaya menjaga keselarasan kehidupan melalui penguatan keluarga, pelestarian budaya, dan pengabdian kepada sesama.
“Dengan niat yang tulus dan kebersamaan yang terjaga, saya percaya kepengurusan Periode 2026-2031 akan membawa perkumpulan ke arah yang semakin maju, guyub, dan bermartabat,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wisnu mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta terus menjadi garda terdepan dalam merawat warisan sejarah dan budaya leluhur bagi generasi mendatang.
Secara lengkap periode 2026-2031, kepengurusan dipimpin oleh R. H. Amirudin Zuhri, S.Sos., M.Si sebagai Ketua I dan Drs. R. H. Bambang Supangkat, M.Pd sebagai Ketua II.
Mereka didampingi jajaran penasehat yang terdiri atas R. H. Ahmad Sofyan, R. Yudo Suwondo, R. Purwo Suwarso, dan R. Chaerul Wardana, SE. Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada R. Agus Heriyanto dan R. Harjuna Priya Husada, serta bendahara dijabat R. Ngt. Siti Eny Murni Widarti dan R. Ngt. Hj. Sri Wahyuningsih.
Kepengurusan juga diperkuat sejumlah bidang strategis. Bidang Kekerabatan diisi Drs. R. Agus Yuwono, R. Ngt Ambarkati, Amd, dr. R. Hery Sumantyo, M.P.H, R. Abu Yazid, dan R. Agustinus Arum Eka Nugroho, M.Sn.
Bidang Dakwah dipimpin R. H. Su'ud Hasyim, sedangkan Bidang Silsilah diisi R. Agung Purwandono Saleh dan R. H. Yuda Cilik. Bidang Pesarean diperkuat R. H. Yuda, R. Agus H, R. Taufik Kurniawan, Mukholis, dan Maryoto.
Adapun Bidang Kemasjidan beranggotakan R. Sriyono, Yasliman, dan Fauzi Nurohman. Sementara Bidang Pembangunan diisi R. Sumardi, R. Nurohman, dan Rubi Iryanto, serta Bidang Ziarah dipercayakan kepada R. Muhamad Tahmid, R. Slamet Mulyono, dan Sugiati.(atm)