Platinum

Wabup Sleman Pastikan Pemkab Dampingi Ribuan Karyawan PT MTG yang Dirumahkan

Wijatma T S
21 May 2025
.
Wabup Sleman Pastikan Pemkab Dampingi Ribuan Karyawan PT MTG yang Dirumahkan

Wabup Danang Maharsa memberi keterangan kepada awak media di Pendapa Parasamya, Rabu (21/5/2025). (PM-Wijatma TS)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan akan mendampingi ribuan karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang terdampak kebakaran hebat di pabrik mereka, Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (21/5/2025).

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan mengawal proses bipartit antara manajemen dan pekerja.

"Nanti dari dinas akan memberi pendampingan kepada karyawan," tegas Danang di Pendopo Parasamya, Rabu (21/5/2025).

Menurut Danang, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sleman sudah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan untuk memastikan hak-hak pekerja tetap diperhatikan meskipun mereka dirumahkan sementara.

Diketahui, jumlah karyawan yang terdampak mencapai sekitar 1.800 orang dengan rentang usia 18–45 tahun. Mereka terpaksa tidak bekerja menyusul kebakaran besar yang merusak hampir seluruh bagian pabrik.

Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih, mengatakan perusahaan dan karyawan telah sepakat melalui mekanisme bipartit untuk merumahkan para pekerja tanpa batas waktu yang pasti. Namun, ia menekankan bahwa hak-hak karyawan tetap harus dijamin.

"Hak dan ketentuan karyawan akan disepakati supaya tidak ada permasalahan di belakang," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Sleman juga bergerak cepat mencarikan solusi agar proses produksi PT MTG bisa berlanjut.

Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah penggunaan fasilitas milik PT Primissima di Jalan Magelang km 15, yang saat ini tidak beroperasi.

Disperindag Sleman telah berkoordinasi dengan direksi PT Primissima agar bisa dimanfaatkan sebagai lokasi produksi sementara.

"Di sana ada pabrik yang masih berdiri tapi tidak digunakan. Sama-sama pabrik garmen jadi masih setipe," kata Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih.

Renovasi pabrik yang terbakar diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun.

Selama masa itu, pihak manajemen berharap bisa segera menemukan tempat produksi alternatif karena permintaan ekspor sedang tinggi.(atm)

Dukungan

Baca Juga