Platinum

Yani Faturohman : Kenaikan Harga BBM Akan Semakin Memberatkan Masyarakat

Muhammad Arifin
07 September 2022
.
Yani Faturohman : Kenaikan Harga BBM Akan Semakin Memberatkan Masyarakat

Yani Faturohman, Anggota DPRD Kabupaten Sleman

Sleman PM - Aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM terus berlanjut sampai hari ini ,Rabu ( 07/09/2022 ).Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dianggap keputusan yang tergesa - gesa disaat masyarakat sedang dalam pemulihan perekonomian nya pasca pandemi covid 19 .

 Yani Faturohman,anggota DPRD kabupaten Sleman dari fraksi PKS saat dihubungi patmamedia.com,Selasa ( 30/08/2022 ) mengatakan untuk saat ini Kenaikan harga BBM bersubsidi justru akan semakin memberatkan masyarakat.

"Kurang pas rasanya kalau untuk saat ini pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.Kenaikan harga BBM akan semakin memberratkan masyarakat, apalagi saat ini rakyat kita belum pulih benar dari pandemik covid 19. Justru bagai mana pemerintah mulai meringankan beban masyarakat agar ekonomi smakin membaik. Yakin kalau BBM bersubsidi naik, maka banyak sektor yang akan terpengaruh. Terutama kebutuhan pokok,"ucapnya

Yani menambahkan,PKS akan tetap menyuarakan di DPRRI, terutama di badan anggaran.PKS akan tetap bersama rakyat.

"Kami akan tetap menyuarakan di DPR-RI terutama di badan anggaran, yang sekarang sudah mulai bergaung. Pks selalu bersama rakyat.Jangan sampai kita menciderai aspiraai masyarakat."pungkasnya 

Seperti diketahui dalam sidang paripurna DPR-RI ,Selasa ( 06/09/2022 ) , seluruh anggota Dewan dari PKS dengan tegas menolak kenaikan harga BBM dan memilih walk out dari sidang.Seperti pernyataan presiden PKS ,Ahmad Syaikhu  yang dikutip dari PKS.id  beberapa waktu yang lalu

Menurut Syaikhu, mereka terkena dampak dari kenaikan BBM bersubsidi ini adalah masyarakat kecil yang kondisi ekonominya belum pulih pasca pandemi. Mereka antara lain, tukang ojek, pedagang kaki lima, tukang bakso, supir truk dan angkot, buruh, UMKM, mak-mak, pelajar, petani, peternak, nelayan dan elemen masyarakat lainnya akan menjerit.

"Mereka akan terpukul ekonominya dan sulit bangkit kembali dari keterpurukan," tegas Syaikhu.

Kenaikan harga pangan dan energi secara langsung akan berdampak pada meningkatnya jumlah orang miskin. Karena mayoritas masyarakat kita berada dalam kategori rentan miskin. Sedikit saja ada guncangan ekonomi akibat kenaikan harga BBM, maka itu akan membuat mayoritas masyarakat rentan miskin tersebut menjadi miskin.

Ditambah lagi, saat ini sedang terjadi krisis pangan dan energi. Harga-harga sembako saat ini sudah naik, apalagi nanti saat BBM dinaikkan.

Syaikhu menambahkan, beberapa waktu yang lalu, rakyat sudah terpukul kenaikan harga minyak goreng. Belum selesai harga minyak goreng melonjak, harga telur meroket. Rumah tangga di seluruh Indonesia akan semakin terpukul jika harga BBM bersubsidi naik.

"Kalau BBM dan Solar bersubsidi ikut naik, harga secara keseluruhan akan naik signifikan. Akan terjadi efek domino di sektor lainnya," ungkap Syaikhu.

Griting

Baca Juga