.
Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Drs. Agung Armawanta, MT, (kiri). (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Drs. Agung Armawanta, MT, menegaskan pentingnya sikap adaptif dan kolaboratif bagi Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dalam menghadapi dinamika baru ekonomi desa, khususnya dengan hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Talk Show bertajuk “Ngobrol Bareng Bersama KPH. H. Yudanegara, Ph.D.” yang digelar di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas PMK Sleman ini mengangkat tema “Kupas Tuntas Bumkal di Era KDMP: Siapkah Kalurahan?” dan dihadiri para panewu, lurah, Forum BUMKal, direktur BUMKal dan BUMKalma, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Agung Armawanta, kehadiran KDMP bukanlah ancaman, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan secara bijak oleh kalurahan.
Ia menekankan, BUMKal yang mampu beradaptasi akan memiliki posisi strategis dalam membangun kolaborasi ekonomi yang lebih kuat.
“BUMKal yang adaptif justru bisa menjadikan KDMP sebagai mitra strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi kalurahan,” ujarnya.
Pandangan ini sejalan dengan berbagai narasumber lain yang turut hadir. Andriyan Muryanto, Kabid Pemberdayaan Kelurahan dan Kalurahan Dinas PMKKKP DIY, menyebut KDMP sebagai peluang sekaligus tantangan yang membutuhkan respons cepat dari kalurahan.
Sementara Ketua Forum BUMKal Sleman, R. Agus Kholik, menekankan perlunya transformasi kelembagaan agar BUMKal tetap relevan.
Dari sisi kebijakan, Sekretaris Dinas Koperasi Sleman, Asih Kushartati, menjelaskan pentingnya pembagian peran yang jelas antara KDMP dan BUMKal.
KDMP difokuskan pada sektor ritel dan layanan keuangan, sedangkan BUMKal mengelola potensi unggulan kalurahan.
Pemerintah Kalurahan Condongcatur turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, bersama Direktur BUMKal Nyawiji, Kuwat, hadir sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pengelolaan ekonomi lokal.
Reno berharap sinergi antara BUMKal dan KDMP di wilayahnya dapat berjalan optimal dan saling mendukung.
“Kami berharap BUMKal dan KDMP di Condongcatur dapat berjalan beriringan, saling mendukung, dan menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi yang aktif dan konstruktif. Melalui forum ini, diharapkan kalurahan di Sleman semakin siap menghadapi perubahan dan mampu membangun ekonomi yang inklusif, mandiri, serta berkelanjutan. (atm)