HUT Sleman

Pelatihan Keripik Pisang Dorong Kemandirian ODDP Condongcatur dan Peluang Usaha

Wijatma T S
13 June 2026
.
Pelatihan Keripik Pisang Dorong Kemandirian ODDP Condongcatur dan Peluang Usaha

Para penyandang ODDP menunjukkan hasil karya mereka dalam pelatiahan produksi keripik pisang. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Kelompok Self Help Group (SHG) Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) Kalurahan Condongcatur terus memperkuat upaya pemberdayaan anggotanya melalui pelatihan pembuatan keripik pisang yang digelar di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang usaha produktif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sebanyak 20 anggota SHG ODDP mengikuti pelatihan yang mendapat pendampingan dari Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Bernadetta Dewintasari dan Indah Putrianti, serta Staf Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho.

Pelatihan difokuskan pada pengolahan keripik pisang mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan dan penggorengan, hingga pengemasan produk agar memiliki nilai tambah dan siap dipasarkan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik teori maupun praktik.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rehabilitasi psikososial berbasis komunitas.

Melalui aktivitas produktif yang dilakukan secara bersama-sama, peserta didorong untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas interaksi sosial, serta membangun motivasi untuk hidup lebih mandiri.

Perwakilan Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Bernadetta Dewintasari, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu elemen penting dalam proses pemulihan penyandang disabilitas psikososial.

“Pemulihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga kesempatan untuk berkarya, berinteraksi, dan memiliki peran yang bermakna di tengah masyarakat. Kegiatan produktif seperti pelatihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anggota,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho, mengapresiasi semangat para peserta yang terus aktif mengikuti berbagai program pemberdayaan.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen mendukung upaya-upaya yang mendorong kemandirian warga, termasuk anggota SHG ODDP. Harapannya, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kesejahteraan mereka melalui program-program yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Hasil pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan individu. Produk keripik pisang yang dihasilkan berpeluang dikembangkan menjadi usaha kelompok bernilai ekonomi.

Untuk mewujudkannya, SHG ODDP Kalurahan Condongcatur berencana menjalin kolaborasi dengan Forum Komunikasi UMKM (Forkom UMKM) Kalurahan Condongcatur guna memperkuat pembinaan usaha, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Kolaborasi antara SHG ODDP, Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan Forkom UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, anggota SHG tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kesempatan nyata untuk meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan ekonomi produktif.

Program ini sejalan dengan pendekatan kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang menekankan pemulihan menyeluruh, pengurangan stigma, serta peningkatan partisipasi sosial penyandang disabilitas psikososial.

Pelatihan keripik pisang menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang inklusif dapat membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. (atm)

Dilarang

Baca Juga