.
Guguran lava pijar yang terekam cctv Badan Geologi, Senin (13/4) pukul 19.56 WIB di Turgo. (PM-Badan Geologi)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika tinggi dengan terjadinya awan panas guguran pada Senin (13/4/2026) malam.
Peristiwa ini menegaskan bahwa status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada level Siaga (Level III).
Berdasarkan informasi dari Badan Geologi, awan panas guguran terjadi pada pukul 19.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter.
Arah luncuran tercatat menuju barat daya, tepatnya ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.
Baca juga: Pelatihan Tukang Bersertifikat Sleman 2026 Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas
Secara kegempaan, awan panas ini memiliki amplitudo maksimum 22,11 mm dengan durasi tercatat selama 199,23 detik, yang menunjukkan intensitas aktivitas vulkanik masih cukup signifikan.
Dengan kondisi tersebut, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada status Siaga (Level III).
Status ini menandakan adanya potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat meningkat, terutama di sektor-sektor yang menjadi jalur aliran material vulkanik.
Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah bahaya, khususnya di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak gunung.
Selain itu, warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.
Pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Merapi guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (atm)*