.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengintensifkan penanganan kasus kebakaran berulang yang terjadi di Kapanewon Seyegan.
Berbagai pihak, mulai dari kepolisian, akademisi hingga lembaga teknis nasional dilibatkan untuk mengungkap penyebab pasti fenomena yang meresahkan warga tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengatakan pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kejadian tersebut dan memastikan seluruh unsur terkait bekerja bersama di lapangan.
"Pemkab Sleman menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Seyegan dan berkomitmen melakukan penanganan secara serius," ujarnya dalam jumpa pers, Kamis (4/6/2026).
Menurut Bambang, upaya investigasi menjadi fokus utama untuk mengungkap sumber kebakaran yang hingga kini masih menjadi misteri.
Polri melalui Tim Gegana telah melakukan analisis terhadap kemungkinan adanya gas, bahan kimia, maupun unsur biologis yang dapat memicu munculnya api.
Di saat yang sama, tim akademisi dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta melakukan penelitian geologi, geofisika, serta analisis gas di dalam rumah maupun lingkungan sekitar lokasi kejadian.
Penelitian tersebut masih berlangsung guna mendapatkan kesimpulan ilmiah terkait penyebab kebakaran berulang.
BPBD juga menggandeng instansi tingkat kementerian dan lembaga teknis seperti BPTKG untuk mengkaji kemungkinan adanya timbulan gas maupun faktor lain yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.
Sementara menunggu hasil penelitian, pemerintah memperkuat langkah mitigasi dan respons cepat. Petugas pemadam kebakaran, relawan kebencanaan, jaga warga, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan jika kembali muncul titik api.
Dari sisi kemanusiaan, Dinas Sosial dan BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan, tempat tidur, selimut, hingga matras bagi warga terdampak.
Pendampingan psikologis juga diberikan oleh Dinas Kesehatan untuk membantu keluarga yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Pengamanan lokasi turut diperkuat melalui patroli berkala yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah kapanewon, kalurahan, dan kelompok jaga warga.
Selain itu, BPBD bersama petugas pemadam kebakaran memberikan edukasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Bambang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi yang belum terbukti.
Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan hal mencurigakan atau muncul titik api baru, serta menunggu hasil kajian ilmiah yang saat ini masih dilakukan oleh para ahli.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sambil menunggu hasil penelitian yang sedang berjalan," pungkasnya. (atm)