.
Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, AP, M.Pd (kiri) didampingi Sekretaris Diskominfo, Aisyah Inayati Suryani, S.E., M.Si. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kabupaten Sleman akan menjadi pusat perhatian dunia pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang digelar pada 1–2 Juli 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Forum berskala nasional ini ditargetkan diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, AP, M.Pd, menyampaikan hal tersebut saat jumpa pers di Dinas Pariwisata Sleman, Kamis (4/6).
Menurut Dwi Warni, KPI 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”, yang sejalan dengan visi Sleman dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, sejahtera, serta memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta yang akan hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, akademisi, komunitas pendidikan, dunia usaha dan industri, media massa, legislatif, hingga pemerintah pusat. Selain itu, forum juga terbuka bagi mahasiswa, pemerhati pendidikan, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu pendidikan.
Dalam konferensi tersebut, sejumlah isu strategis akan dibahas, seperti pemerataan akses pendidikan berkualitas dan terjangkau, pendidikan dan perubahan iklim, dampak disrupsi teknologi terhadap pembelajaran, hingga tata kelola serta anggaran pendidikan.
Isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial juga menjadi perhatian utama agar pendidikan semakin berpihak kepada seluruh anak, termasuk kelompok rentan.
Berbeda dengan forum seminar pada umumnya, KPI 2026 dikemas secara interaktif melalui berbagai agenda, antara lain Dialog Berpihak kepada Anak, Rembug Daerah, Studio Intervensi, Belajar dari Anak, Poster Gagasan Inovasi, Pameran Kerja Barengan, Pameran Sleman Sembada, Kunjungan Belajar, Janji Publik Pemangku Kepentingan Pendidikan, dan Refleksi Daerah.
Setelah acara utama selesai, peserta juga akan mengikuti agenda Tour Sleman pada 3 Juli 2026. Sebelumnya, panitia telah menggelar rangkaian Pra-KPI berupa webinar kebijakan pendidikan daerah secara daring pada 28 April dan 12 Mei 2026.
Dwi Warni berharap penyelenggaraan KPI 2026 dapat menjadikan Sleman sebagai ruang temu, ruang belajar, dan ruang kolaborasi bagi berbagai daerah di Indonesia.
Melalui forum ini diharapkan lahir jejaring yang lebih kuat, dokumentasi praktik baik pendidikan, komitmen bersama, serta rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Kami juga mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk bersama-sama menyebarluaskan semangat transformasi pendidikan. Pendidikan yang lebih inklusif dan berdampak nyata hanya bisa diwujudkan melalui kerja bersama,” pungkasnya. (atm)