HUT Sleman

BS Sawo Kecik Tutup Visitasi Penilaian Pengelolaan Sampah Sleman 2025

Wijatma T S
17 October 2025
.
BS Sawo Kecik Tutup Visitasi Penilaian Pengelolaan Sampah Sleman 2025

Bank sampah Sawo Kecik perum Candi Gebang Permai menjadi pionir di Ngemplak. (PM-Kus)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Bank Sampah (BS) Sawo Kecik Perumahan Candi Gebang Permai, Wedomartani, Ngemplak, menjadi lokasi terakhir visitasi penilaian kinerja pengelolaan sampah Kabupaten Sleman tahun 2025, Jumat (17/10/2025).

Penilaian ini diikuti 15 kelompok pengelola sampah terdiri dari TPS 3R, Bank Sampah (BS), dan Sodakoh Sampah (SS), masing-masing lima kelompok. Mereka telah melewati tahap penilaian administrasi melalui laman SIOSESTU dan si.id/tps3r/l2025.

“Bank Sampah Sawo Kecik mendapatkan jadwal kunjungan terakhir, menutup seluruh rangkaian penilaian. Hari terakhir juga dilakukan penilaian terhadap SS Berkah RW 65 dan BS Restu Ibu,” ujar Dias Oktri Raka S dari Tim Kerja Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.

Menurut Dias, kelompok yang dinilai merupakan kelompok aktif yang tertib administrasi dalam pencatatan nasabah, volume sampah, dan pelaporan ke DLH. 

“Sebaik apapun kegiatan kelompok, bila pencatatannya tidak rapi, tidak bisa masuk penilaian,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan penilaian ini mendorong semangat kelompok pengelola sampah untuk lebih baik lagi. 

“TPS 3R, BS, dan SS adalah ujung tombak pengelolaan sampah di masyarakat. Kami mengimbau agar masyarakat terus memilah sampah dari sumbernya, tidak membuang ke sungai, dan tidak membakar sampah,” pesannya.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngemplak Andria Noviandy, SE memberikan apresiasi atas konsistensi BS Sawo Kecik yang sejak 2014 aktif mengelola sampah.

“BS Sawo Kecik menjadi pionir dan inspirator pengelolaan sampah di Kapanewon Ngemplak, bahkan memantik berdirinya TPS 3R di Krandon,” ungkapnya.

Perwakilan BS Sawo Kecik Yuyun, mewakili ketua Hery Astuti Ismaningsih menyampaikan, kegiatan pengelolaan sampah dimulai sejak 2014 meski awalnya belum memiliki gedung sendiri. 

“Sejak 2019 kami memiliki gedung dari Kalurahan Wedomartani. Kunjungan penilaian dari DLH menjadi penyemangat untuk mengelola sampah lebih baik lagi,” ujarnya.

Dilarang

Baca Juga