Platinum

Empat Kalurahan Pamerkan Warisan Budaya di Bantul

Wagino
25 August 2026
.
Empat Kalurahan Pamerkan Warisan Budaya di Bantul

Pentas Jathilan Gedruk Santri di acara atraksi warisan budaya tak benda di lapangan Donotirto, Bantul. (PM-Wagino)

Patmamedia.com (BANTUL) – Empat kalurahan di Kabupaten Bantul unjuk potensi budaya melalui Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya dan Atraksi Warisan Budaya Takbenda yang dipusatkan di Lapangan Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan ini mempertemukan empat kalurahan yang berstatus Rintisan Desa Budaya, yakni Kalurahan Donotirto dan Tirtohargo dari Kapanewon Kretek, Kalurahan Sumbermulyo dari Kapanewon Bambanglipuro, serta Kalurahan Triharjo dari Kapanewon Pandak.

Rangkaian acara diawali pentas seni jathilan dan bazar UMKM dari empat kalurahan pada Sabtu siang. Pentas Jathilan Santri Kalong menjadi salah satu pertunjukan yang menarik perhatian masyarakat.

Warga tampak antusias menyaksikan kesenian tradisional sekaligus menikmati berbagai produk UMKM yang dipasarkan di sekitar lokasi kegiatan.

Puncak acara digelar pada Sabtu malam dengan menampilkan beragam kesenian khas dari masing-masing kalurahan.

Kalurahan Donotirto menampilkan Jathilan Santri Kalong dan Ande-Ande Lumut. Kalurahan Sumbermulyo menghadirkan Tari Candramanha dan Toklik.

Sementara Kalurahan Triharjo menampilkan Reog Wanita Lembah Progo dan Kalurahan Tirtohargo menyuguhkan Kethoprak Krina Budaya.

Lurah Donotirto, H. Jurahimi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi empat kalurahan untuk menunjukkan potensi budaya yang dimiliki sekaligus memperkuat upaya menuju status Desa Budaya.

Ia berharap status sebagai Desa Budaya dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan kebudayaan dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Saya berharap dengan menyandang sebagai Desa Budaya, semoga warga kami semakin sejahtera,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan budaya tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui kegiatan seni, budaya, dan UMKM.

Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk terus mengenal, merawat, serta menghidupkan warisan budaya lokal agar tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman. (Wag)

Dilarang

Baca Juga